Sebuah dokumen web dengan standar XHTML dikatakan valid apabila memenuhi aturan-aturan tertentu. Lalu bagaimana cara mengetahui bahwa dokumen web yang kita buat sudah valid?
Ada beberapa situs yang menawarkan layanan gratis untuk memeriksa validitas dokumen XHTML. Kita bisa memanfaatkan layanan tersebut untuk mengecek apakah dokumen web yang kita buat sudah valid atau belum.
Baca Lanjutannya
Kita biasa menggunakan JavaScript untuk membuat tampilan website yang lebih interaktif. Iklan di website pun kadang juga disisipkan dengan kode JavaScript. Yang menjadi pertanyaan, apakah dokumen XHTML boleh disisipi kode JavaScript?
Tentu saja bisa, akan tetapi ada sedikit perbedaan. Kita tetap bisa menyisipkan kode JavaScript pada dokumen web yang dibuat dengan standar XHTML. Caranya pun tidak jauh berbeda dengan dokumen HTML biasa.
Ada dua cara yang bisa kita pakai, yaitu disisipkan langsung pada dokumen web tersebut atau ditulis dalam file terpisah dengan ekstensi .js dan dipanggil dengan elemen <script>.
Baca Lanjutannya
Berbeda dengan standar XHTML 1.0 Transitional, pada standar XHTML 1.0 Strict struktur presentasi/tampilan harus diletakkan secara terpisah pada file stylesheet. Hal inilah yang membuat XHTML 1.0 Strict lebih fleksibel dan bisa ditampilkan di berbagai device.
Dilihat dari strukturnya, dokumen web yang dibuat dengan standar XHTML 1.0 Strict susunannya lebih pendek dibandingkan standar XHTML 1.0 Transitional. Selain itu pada standar ini kita tidak boleh lagi meletakkan elemen untuk mengatur tampilan seperti pada standar XHTML 1.0 Transitional.
Hanya saja kelemahannya adalah beberapa browser versi lama tidak bisa menampilkan secara maksimal dokumen web yang ditulis dengan standar XHTML 1.0 Strict.
Baca Lanjutannya
W3 Consortium menyadari bahwa tidak mungkin memberlakukan semua aturan dalam standar XHTML tersebut secara langsung. Harus ada fase transisi sebelum semua web browser mendukung sepenuhnya aturan standar XHTML.
Oleh karena itu agar dokumen web yang dibuat dengan standar XHTML bisa ditampilkan di browser lama dibuatlah standar XHTML 1.0 Transitional. Tidak heran jika standar ini masih men-support penulisan beberapa elemen yang sebenarnya tidak diperbolehkan dalam standar XHTML.
Contohnya adalah penulisan atribut HTML align dan width. Dalam aturan XHTML seharusnya tidak boleh menulis komponen HTML yang mengatur tampilan dalam dokumen tersebut. Semua atribut tampilan web seharusnya ditulis secara terpisah dalam file stylesheet.
Baca Lanjutannya
Pada tulisan terdahulu kita telah membicarakan apa dan bagaimana standar XHTML itu. Nah, pada tulisan kali ini kita akan membahas lebih jauh tentang beberapa aturan yang harus dipenuhi agar suatu dokumen web bisa dikatakan valid.
Barangkali ada yang bertanya, mengapa harus dibikin aturan? Tentu harus ada aturan, namanya saja standar. Kalau nggak diatur nanti nggak standar lagi dong namanya. Iya nggak? Ingat, di dunia ini tidak hanya ada satu web browser saja.
Jadi biar web designer tidak pusing memikirkan bagaimana caranya agar tampilan situs yang dibuatnya memiliki tampilan bagus di berbagai web browser maka harus ada standar yang mengaturnya.
Baca Lanjutannya