Skip to content
Follow us on Twitter or subscribe to this
website by email or with the RSS feed

Standar XHTML 1.0 Strict

Berbeda dengan standar XHTML 1.0 Transitional, pada standar XHTML 1.0 Strict struktur presentasi/tampilan harus diletakkan secara terpisah pada file stylesheet. Hal inilah yang membuat XHTML 1.0 Strict lebih fleksibel dan bisa ditampilkan di berbagai device.

Dilihat dari strukturnya, dokumen web yang dibuat dengan standar XHTML 1.0 Strict susunannya lebih pendek dibandingkan standar XHTML 1.0 Transitional. Selain itu pada standar ini kita tidak boleh lagi meletakkan elemen untuk mengatur tampilan seperti pada standar XHTML 1.0 Transitional.

Hanya saja kelemahannya adalah beberapa browser versi lama tidak bisa menampilkan secara maksimal dokumen web yang ditulis dengan standar XHTML 1.0 Strict.

Perhatikan contoh dokumen web dengan standar XHTML 1.0 Strict di bawah ini.

<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Strict//EN"
"http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-strict.dtd">
<html xmlns=http://www.w3.org/1999/xhtml>
<head>
   <title>Mars Travel</title>
   <link href="styles.css"  type="text/css" rel="stylesheet" />
</head>
<body>
<h1>Mars Traveler<br /><em>Visits to a faraway place</em></h1>
<hr />
<h2>Your spacecraft</h2>
<p>
Your spacecraft is the Mars Explorer, which provides the lates
in passenger luxury and travel speed.
</p>
<hr />
<p>XHTML 1.0 Strict Documents</p>
</body>
</html>

Kita bisa membandingkannya dengan contoh pada tulisan sebelumnya. Pada standar XHTML 1.0 Strict ini semua atribut yang mengatur tampilan diletakkan di file CSS eksternal dengan tag <link>. Selain itu tag <i> yang tidak didukung oleh standar ini diganti dengan <em>.

Jika kita tampilkan dokumen tersebut di web browser hasilnya sama persis dengan contoh pada tulisan sebelumnya (Standar XHTML 1.0 Transitional). Adapun tampilan dari dokumen tersebut dibuat pada file tersendiri, yaitu styles.css.

h1 {
font-weight: bold;
font-size: 24px:
text-align: center;
}
h2 {
font-weight: bold;
font-size: 20px;
text-align: center;
}
hr {
width: 100%;
}
.centered {
text-align: center;
}
.footer {
text-align: center;
}

Cukup mudah jika kita ingin mengubah tampilan dokumen web tersebut. Kita tinggal mengutak-atik atribut tampilan pada file stylesheet. Lebih praktis dan efisien bukan?

Post to Twitter Tweet This Post to Delicious Delicious Post to Digg Digg This Post to Facebook Facebook Post to MySpace MySpace Post to StumbleUpon Stumble This

Artikel Terkait:

POST BANNER

Bagaimana Komentar Anda?

Monggo kalau Anda mau mengomentari tulisan di atas! Bertanya atau mengkritik juga boleh, tapi jangan terlalu menyakitkan :).

Tinggalkan Pesan