W3 Consortium menyadari bahwa tidak mungkin memberlakukan semua aturan dalam standar XHTML tersebut secara langsung. Harus ada fase transisi sebelum semua web browser mendukung sepenuhnya aturan standar XHTML.
Oleh karena itu agar dokumen web yang dibuat dengan standar XHTML bisa ditampilkan di browser lama dibuatlah standar XHTML 1.0 Transitional. Tidak heran jika standar ini masih men-support penulisan beberapa elemen yang sebenarnya tidak diperbolehkan dalam standar XHTML.
Contohnya adalah penulisan atribut HTML align dan width. Dalam aturan XHTML seharusnya tidak boleh menulis komponen HTML yang mengatur tampilan dalam dokumen tersebut. Semua atribut tampilan web seharusnya ditulis secara terpisah dalam file stylesheet.
Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh dokumen web XHTML 1.0 Transitional di bawah ini.
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd"> <html xmlns=http://www.w3.org/1999/xhtml> <head> <title>Mars Travel</title> </head> <body bgcolor="#FFFFFF"> <h1 align="center">Mars Traveler<br /><i>Visits to a faraway place</i></h1> <hr width="100%" /> <h2 align="center">Your spacecraft</h2> <p align="center">Your spacecraft is the Mars Explorer, which provides the lates in passenger luxury and travel speed.</p> <hr width="100%" /> <p align="center">XHTML 1.0 Transitional Documents</p> </body> </html>
Perhatikan cuplikan kode HTML di atas. Terlihat bahwa masih ada beberapa informasi struktur presentasi pada kode di atas, yaitu align dan width. Hal ini hanya berlaku pada XHTML 1.0 Transitional.
Kalau mengacu pada aturan standar XHTML, seharusnya hal seperti itu tidak boleh. Namun mengingat belum semua web browser mendukung penggunaan standar XHTML maka perlu ada sedikit toleransi.

