Popularitas AJAX menanjak seiring dengan perkembangan Web 2.0. Banyak sekali aplikasi web masa kini yang dikembangkan dengan teknologi AJAX. Misalnya saja Google Map, Google Suggest, Yahoo!, Flickr, GMail, dan sebagainya.
Yang menjadi pertanyaan, perlukah kita melengkapi website kita dengan fitur AJAX?
Boleh saja memakai AJAX, asal disesuaikan dengan tujuan dari website tersebut. Jangan sampai pemakaiannya justru merugikan kita sendiri. Kenapa bisa seperti itu? Ini semua terkait dengan karakteristik AJAX itu sendiri.
Salah satu karakteristik AJAX adalah less machine readable. Itu artinya search-engine akan kesulitan untuk mengindeks website yang dibuat dengan AJAX. Efeknya adalah jika kita hanya mengandalkan search engine untuk promosi pastilah pengunjung yang didapat hanya sedikit sekali.
Oleh karena itu kita perlu mempertimbangkan masak-masak perlu tidaknya menggunakan fitur AJAX di website kita. Jika terpaksa harus memakai AJAX, gunakan seperlunya saja, misalnya pada form registrasi, buku tamu, pencarian dan sebagainya.
Hindari sebisa mungkin penggunaan AJAX pada menu. Jika tidak bisa dihindari, sertakan pula menu berbasis teks dan sitemap agar mudah diindeks oleh search-engine.
Anda pernah membuka website Yahoo.Com? Website tersebut juga dilengkapi dengan fitur AJAX namun penggunaannya tidak membabi-buta. Hanya pada bagian-bagian tertentu saja yang menggunakan fitur tersebut.




