Skip to content
Follow us on Twitter or subscribe to this
website by email or with the RSS feed

Upload File Dengan PHP Dan MySQL, Bag. 2

Sebenarnya ada banyak metode yang bisa kita pakai untuk menyimpan file — khususnya gambar — di web server. Bisa dengan menyimpan langsung dalam bentuk file atau bisa juga disimpan semuanya di dalam database.

Pada artikel ini kita hanya akan membahas cara kedua, yaitu bagaimana menyimpan file gambar dalam database. Itu sebabnya dalam design tabel di artikel pertama, ada field filedata dengan tipe LONGBLOB.

Upload File Dengan PHP Dan MySQL, Bag. 1

Akan terasa aneh apabila suatu CMS tidak dilengkapi dengan fasilitas untuk upload file. Tentu akan sangat repot kalau mengandalkan software FTP untuk mengupload gambar atau dokumen lain ke web server.

Belum lagi pengelolaannya pun kurang begitu praktis. Jadi alangkah baiknya kalau kita melengkapi aplikasi CMS dengan kemampuan untuk upload dan download melalui browser.

Kita tidak perlu repot-repot lagi untuk menginstall software FTP di komputer client. Selain itu apabila dikombinasikan dengan database, kita bahkan bisa menyimpan informasi yang berkaitan dengan file.

Jika sewaktu-waktu dibutuhkan, data-data file tersebut, misalnya nama file, ukuran, tipe, dan sebagainya bisa kita lihat dengan mudah melalui browser.

Pada artikel akan dibahas bagaimana cara upload dan download file menggunakan PHP dan MySQL.

Kebutuhan Sistem

Software yang diperlukan untuk membangun aplikasi ini adalah:

Web Server Apache PHP MySQL

Database MySQL akan kita pakai untuk menyimpan semua informasi yang berkaitan dengan file. Struktur Database Aplikasi yang akan kita bangun ini sangat sederhana. Kita hanya memerlukan satu buah tabel untuk penyimpanan data. Strukturnya adalah sebagai berikut:

CREATE TABLE upload (
  id INTEGER UNSIGNED NOT NULL AUTO_INCREMENT,
  deskripsi VARCHAR(200) NULL,
  filetype VARCHAR(200) NULL,
  filedata LONGBLOB NULL,
  filename VARCHAR(200) NULL,
  filesize BIGINT NULL,
  PRIMARY KEY(id)
);

User Interface

Tag form adalah bagian dari dokumen HTML yang berisi beberapa elemen khusus yang disebut dengan control, seperti label, button, checkbox dan textarea.

Dengan elemen control inilah user bisa berinteraksi dengan form. Bentuk interaksinya pun bermacam-macam. Misalnya saja mengisikan data pada text input, memilih sesuatu pada tampilan select, mengklik button dan sebagainya.

Salah satu tipe elemen dari form yang akan kita pakai pada aplikasi ini adalah file. Tipe elemen ini sangat istimewa. Kenapa demikian? Karena bisa mengirimkan data biner yaitu file. Akan tetapi hal ini hanya bisa terjadi apabila encoding pada form tersebut adalah “multipart/form-data”.

(bersambung ke bagian 2)

Memasang GA Tracking Code di WordPress

Ada dua versi Tracking Code yang disediakan oleh Google, yaitu ga.js dan urchin.js. Versi mana yang sebaiknya digunakan? Sekedar saran, gunakan saja yang ga.js. Selain versinya lebih baru, fitur-fitur yang dimiliki juga lebih baik.

Ini cuplikan kode tracking tersebut.

Bagaimanakah cara memasang kode tracking tersebut di WordPress?

Jika kita memiliki blog dengan domain dan hosting sendiri, gunakan saja plugin seperti WP Google Analytics. Cukup praktis dan mudah konfigurasinya. Kita tinggal mengkopikan kode tracking di form yang disediakan, selesai sudah.

Cara Mendaftar Google Analytics

Sama seperti Yahoo, Google juga memberlakukan satu account untuk semua layanannya. Itu berarti jika kita punya account di GMail.Com, kita bisa menggunakan account tersebut untuk mendaftar layanan lainnya, termasuk Google Analytics.

Cara mendaftar Google Analytics tidaklah terlalu sulit. Namun tentu kita harus punya account di Google terlebih dahulu sebelum mendaftar. Klik di sini jika belum mempunyai account. Jika sudah punya, langsung saja menuju ke alamat situs ini.

Tracking Visitor Dengan Google Analytics

Statistik website merupakan informasi yang sangat penting artinya bagi pemilik website untuk mendukung  strategi dan kebijakan marketing. Berdasarkan data-data itulah kita bisa memperkirakan strategi apa yang tepat untuk mempromosikan produk di situs Internet.

Darimana statistik website tersebut bisa diperoleh?

Barangkali itu yang menjadi pertanyaan. Ada banyak caranya. Web hosting — tempat file-file situs kita diletakkan — juga menyediakan statistik tersebut. Hanya saja formatnya mungkin kurang begitu “bersahabat”. Hanya orang-orang yang mengerti seluk-beluk web server saja yang bisa memahaminya dengan mudah.