Seperti halnya manusia, website juga mempunyai nama atau yang lazim disebut alamat website, yang khas. Jika alamat website tersebut diketikkan di web browser, sebuah website akan segera muncul di hadapan kita.
Bisa dibayangkan bagaimana susahnya menemukan website seandainya tidak mempunyai nama yang unik. Apalagi saat ini ada jutaan website di Internet. Alamat website ini merupakan identitas khusus yang membedakan satu website dengan website yang lainnya.
Bagaimana cara mendapatkan alamat website itu?
Kita bisa mendapatkannya dengan cara mendaftarkan alamat website yang kita inginkan ke lembaga khusus yang ditunjuk untuk pengurusan alamat website, seperti Network Solution, eNom, dan lain-lain, Proses ini disebut dengan Domain Name Registration.
Situs penyedia layanan web hosting biasanya juga menawarkan jasa pendaftaran tersebut. Kita bisa juga memanfaatkan jasa tersebut karena pada umumnya justru lebih murah.
Begitu proses pendaftaran tersebut disetujui, kita akan mempunyai alamat website atau nama domain untuk situs kita. Namun perlu diketahui bahwa nama domain yang kita peroleh tersebut sifatnya hanya sementara.
Kita hanya diperbolehkan menggunakan nama domain yang bersangkutan selama batas waktu tertentu. Apabila batas waktunya telah habis dan kita masih ingin menggunakan nama domain tersebut, kita wajib memperbarui lagi.
Nama domain memuat beberapa informasi penting, diantaranya registrant (yang mendaftarkan), waktu expire, alamat kontak, status domain dan sebagainya. Informasi lengkap tentang hal ini bisa kita peroleh melalui WHOIS dari situs tempat kita mendaftarkan domain.
Misalnya, apabila kita mendaftarkan nama domain di situs eNom.Com, maka kita bisa melihat data-data yang berkaitan dengan domain tersebut melalui http://www.enom.com/whois/whois.aspx.

