JavaScript adalah bahasa pemrograman skrip yang sangat populer di bidang web design. Dengan bahasa inilah kita bisa membuat halaman web yang interaktif. Sebagai contoh, kita bisa menampilkan kalender atau animasi jam di website kita.
Berhubung JavaScript ini merupakan bahasa skrip, jadi tidak perlu dikompilasi seperti halnya bahasa pemrograman desktop. Cara penulisannya pun sangat sederhana. Kita hanya perlu menyisipkan kode JavaScript di dokumen HTML.
Dalam dokumen HTML tersebut kode JavaScript diletakkan di antara tag SCRIPT dengan sintaks sebagai berikut:
<SCRIPT language="JavaScript"> //isi kode javascript disini </SCRIPT>
Kode JavaScript hanya bisa dieksekusi di browser yang mendukung fitur JavaScript, dengan catatan fitur tersebut harus diaktifkan. Untuk itu apabila kita menulis kode JavaScript di halaman web, ada baiknya kita mengecek terlebih dulu apakah browser yang dipakai memiliki fitur tersebut atau tidak.
Kenapa harus demikian? Tujuannya agar pengguna tidak bingung. Bagaimana cara mendeteksi apakah suatu browser sudah mendukung JavaScript atau belum?
Caranya tidak terlalu sulit. Kita bisa menggunakan tag NOSCRIPT untuk keperluan tersebut.
<NOSCRIPT> Web browser yang Anda pakai tidak mendukung JavaScript. Ada kemungkinan fitur tersebut tidak aktif. </NOSCRIPT> <SCRIPT language="JavaScript"> // kode javascript di sini </SCRIPT>
Dengan tambahan tag NOSCRIPT seperti contoh di atas, browser yang mendukung JavaScript akan menjalankan isi dari tag SCRIPT. Namun sebaliknya, apabila browser yang dipakai tidak mendukung atau fitur JavaScript tersebut tidak aktif maka isi tag NOSCRIPT yang akan ditampilkan.

