Skip to content
Follow us on Twitter or subscribe to this
website by email or with the RSS feed

Model Pembayaran Apa Yang Cocok di Internet

Pertanyaan yang sering diajukan oleh pengusaha yang ingin membangun situs e-Commerce adalah bagaimana cara menangani pembayaran di Internet. Biasanya pertanyaan tersebut akan berlanjut lagi dengan pertanyaan apa yang paling bagus, sistem keamanannya gimana, dan sebagainya.

Lalu bagaimana seandainya Anda menghadapi pertanyaan tersebut? Sebenarnya ada banyak sekali model pembayaran yang bisa diterapkan di Internet. Mana yang paling cocok, itu tergantung dari bisnisnya.

Ada bisnis yang cocok memakai sistem pembayaran kartu kredit. Ada yang bagus dengan pembayaran di tempat dan banyak juga yang malah menggabungkan beberapa model pembayaran sekaligus, jadi pembeli memiliki banyak alternatif.

1. Kartu Kredit

Pembayaran dengan kartu kredit merupakan sistem yang sangat populer dan banyak dipakai oleh situs-situs e-Commerce ternama seperti Amazon, eBay, Dell, Elance, dan sebagainya.

Model ini memang banyak dipakai di luar negeri tapi belum populer di Indonesia. Penyebabnya bermacam-macam, tapi yang paling utama karena jumlah situs e-Commerce di Indonesia sendiri masih sedikit.

Faktor lainnya yaitu adanya keragu-raguan terhadap tingkat keamanannya. Was-was seandainya kartu kreditnya malah jebol.

2. Transfer Bank

Nah, kalau model ini banyak dipakai di Indonesia. Pembeli memesan barang lewat Internet lalu melakukan pembayaran via bank. Cara ini dirasa lebih aman di sisi pembeli.

Kelemahannya cara ini kurang praktis makan waktu lama untuk memprosesnya. Biasanya pembeli setelah mentransfer uangnya diharuskan melakukan konfirmasi, pada umumnya lewat SMS atau email.

Penjual akan mengecek terlebih dahulu pembayaran tersebut melalui Internet Banking, baru bisa mengirim barangnya.

Bisa disimpulkan bahwa harus ada kepercayaaan antara kedua belah pihak agar bisa terjadi transaksi.

3. Pembayaran di Tempat

Ada yang menggunakan model pembayaran di tempat pembeli. Jadi pembayaran akan dilakukan setelah barang di antar sampai tujuan. Dalam hal ini si pengantar barang yang bertugas untuk menagih pembayaran.

Cara ini memang aman tapi sepertinya hanya cocok untuk kasus-kasus tertentu saja, misalnya jaraknya cukup dekat.

4. Perantara Pihak Ketiga

Banyak situs e-Commerce yang mempercayakan sistem pembayarannya kepada pihak ketiga. Dalam hal ini pihak ketiga tersebut yang akan menerima pembayaran dari si pembeli.

Pemilik situs e-Commerce tidak perlu tahu detail teknisnya seperti apa yang penting ia bisa mencairkan uangnya. Contoh penyedia layanan pembayaran seperti itu adalah Paypal.

Bagaimana menurut Anda? Model mana yang paling cocok? Atau barangkali  mau menambahkan sistem pembayaran yang lainnya? Silakan diskusikan di sini.

Post to Twitter Tweet This Post to Delicious Delicious Post to Digg Digg This Post to Facebook Facebook Post to MySpace MySpace Post to StumbleUpon Stumble This

Artikel Terkait:

POST BANNER

Bagaimana Komentar Anda?

Monggo kalau Anda mau mengomentari tulisan di atas! Bertanya atau mengkritik juga boleh, tapi jangan terlalu menyakitkan :).

  • sigonjez | April 22nd, 2009 jam 2:39 pm

    Salam kenal,
    saya menjual barang2 merchandise musik, selama ini berupa pakaian dan semacamnya. di website saya menggunakan point ke 2,
    untuk sistem paypal, kami sedang mencobanya, tetapi saya masih bingung mengaplikasikannya.
    bagaimana cara mengaplikasikan paypal pada website saya?
    apakah ada cara pembayaran lainnya?

Tinggalkan Pesan