Idealnya semua pengunjung bisa mengerti bahasa yang dipakai di dalam website kita. Tentu akan sangat menyenangkan bukan bila setiap orang yang berkunjung, entah itu dari Amerika, Inggris, Polandia, Rusia, Cina atau Arab bisa berinteraksi dan bertransaksi di website kita.
Lalu bagaimana caranya?
Caranya yaitu dengan menerjemahkan website ke dalam bahasa lain. Repot dong kalau begitu? Iya, memang repot. Tapi dengan cara demikian kita bisa menjangkau lebih banyak pengunjung. Namun itu semua tergantung dari target dari website yang kita buat. Kalau targetnya hanya pengunjung lokal saja, ya tidak perlulah capek-capek membuat website dalam beberapa bahasa.
Akan tetapi kalau targetnya untuk semua pengunjung apalagi pengunjung luar negeri lebih baik membuat website dalam beberapa bahasa, minimal tersedia versi dalam bahasa Inggris. Karena untuk menerjemahkan website ke dalam bahasa lain selain bahasa kita sendiri memang bukanlah pekerjaan yang mudah. Apalagi jika content-nya cukup banyak dan isinya panjang, tentu akan sangat melelahkan.
Kalau kita lihat website milik perusahaan-perusahaan besar, hampir semuanya menyediakan beberapa versi bahasa. Lihat saja website milik Microsoft, Google, atau Dell. Jangan tanya, kenapa mereka melakukan hal tersebut. Tujuannya sudah jelas, untuk menjangkau pengunjung sebanyak mungkin. Dan ujung-ujungnya adalah keuntungan yang diperoleh akan makin besar.
Ada cara praktis untuk menerjemahkan website, yaitu dengan translator. Anda sudah pernah memakai Google Translate? Nah, kalau belum pernah, bisa dicoba tuh. Namun demikian hasilnya tetap harus diedit lagi biar lebih bagus lagi.


perempuan | February 14th, 2009 jam 8:33 am
translate punya google , kadang2 kata2nya masih ancurr
Wahyu Wibowo | February 14th, 2009 jam 8:55 am
Ya benar mbak, kadang-kadang malah jadi aneh. Tapi paling nggak kita bisa sedikit terbantu. Walaupun harus capek ngedit lagi.