Search engine optimisation atau yang dikenal dengan istilah SEO merupakan langkah penting yang perlu segera dilakukan setelah kita selesai menginstall Joomla. Jangan mendaftarkan situs Joomla kita ke search engine manapun sebelum melakukan optimasi.
Saking senangnya sudah mempunyai situs web, kita sering lupa dengan masalah SEO ini dan langsung mendaftarkannya ke search engine. Apakah tindakan tersebut salah? Tentu saja tidak, akan tetapi alangkah lebih baik lagi jika melakukan optimasi terlebih dulu agar hasilnya sesuai dengan yang kita harapkan.
Berkaitan dengan masalah SEO, ada beberapa hal yang patut menjadi perhatian, apabila Anda membuat situs dengan Joomla.
1. SEO Setting
Kalau kita perhatikan struktur URL-nya terlihat sekali bahwa Joomla belum search engine friendly. Contohnya adalah sebagai berikut:
![]()
Struktur URL seperti di atas kurang disukai oleh search engine, khususnya Google. Search engine lebih suka struktur URL yang menyerupai halaman web statis, misalnya seperti:
![]()
Lalu bagaimana cara mengatasi permasalahan ini? Pertama, Anda harus mengganti nama file htaccess.txt yang terletak di direktori root menjadi .htaccess. Setelah itu klik menu Global – Configurasion. Beri tanda centang pada bagian SEO Settings seperti berikut ini.

Klik tombol Save untuk menyimpan perubahan konfigurasi tersebut.
2. Metadata Setting
Perhatikan bagian Metadata Setting pada halaman Global Configuration. Isikan deskripsi situs Anda pada kolom Global site meta description dan beberapa kata kunci pada kolom global site meta keywords.

Klik tombol Save untuk menyimpan perubahan konfigurasi tersebut.
3. Article Metadata
Setiap artikel di Joomla memiliki parameter yang disebut dengan meta description dan meta keyword. Anda harus mengisi kedua parameter tersebut, jangan biarkan kosong.

Pada kolom meta description Anda perlu mengisi dengan ringkasan isi halaman web. Singkat saja, tidak perlu panjang-panjang. Kurang lebih 160 – 200 kata sudah cukup. Kemudian pada kolom meta keywords Anda isikan beberapa kata kunci yang berkaitan dengan isi halaman web.
4. Judul (Title)
Hal yang tidak boleh disepelekan adalah judul (title). Berikan judul pada setiap artikel yang singkat dan padat tapi “nendang”. Artinya pilihlah kalimat yang mewakili kata kunci yang ada di halaman web tapi juga menarik minat pengunjung untuk membacanya.
5. Sitemap
Install extension yang bisa men-generate XML sitemap secara otomatis. Submit sitemap tersebut ke Google webmasters tools dan Yahoo webmaster tools. Contoh extension yang bisa Anda pakai adalah XMap.
Barangkali Anda punya pendapat berbeda? Silakan sharing di sini.


Herfia | July 5th, 2009 jam 5:14 pm
Mas ada yang lebih bagus lho tapi premium soalnya….aku mending pake drupal karena lebih OK dan lebih kecil dari ukuran file serta database.
Modul drupal dan theme drupal memiliki ukuran yang lebih kecil dari joomla maupun WP. Drupal untuk kaum developer solanya agak sulit.
Trus cache pada drupal lebih OK…
Masalah SEO juga lebih ok….
Cocok untuk segala jenis web dari muali blog sampai portal.
Tapi kalo mau yang simpel kayaknya wp lebih baik dari joomla.
Mas share yuk…soalnya aku biasa bikin theme lho
Mr.hands | August 26th, 2009 jam 11:18 pm
mas aku punya site tapi ada masalah sama seonya aku gunain joomla 1.0 tapi waktu aku dah rename htaccessnya ke .htaccess urlnya memang sudah berganti tapi kok halamannya malah gak bisa kebuka yah.. mohon pencerahannya
hidayat | January 5th, 2010 jam 5:02 am
semua cara diatas udah dicoba pak,..kok belom ada perubahan yaa??
ben | March 16th, 2010 jam 9:31 am
Ralat:
Mana lebih baik meta deskripsi dan keyword pada global konfigurasi di isi atau di kosongkan? sedangkan yg di artikel tetap diisi.