Skip to content
Follow us on Twitter or subscribe to this
website by email or with the RSS feed

Tips dan Trik URL Rewriting, Bag. 2

Seperti yang pernah saya kemukakan pada bagian pertama dari Tips dan Trik URL Rewriting ini, kita bisa menuliskan server directive pada file .htaccess. Nah, pada tulisan kali ini saya akan membahas lebih detil apa saja yang bisa kita lakukan dengan file tersebut.

Pada awalnya .htaccess hanya dipakai untuk mengontrol akses pada direktori akan tetapi sekarang pemakaiannya sangat luas. Hampir semua directive yang biasanya terletak pada file konfigurasi httpd.conf bisa dipakai di file .htaccess. Hal inilah yang membuat kita bisa leluasa mengontrol website melalui file tersebut.

Berikut ini beberapa contoh penggunaan dari file .htaccess:

1. Mengontrol Akses File atau Direktori

Kita bisa mengatur komputer mana saja yang diperbolehkan untuk mengakses halaman web dengan memakai directive pada file .htaccess yang terletak pada direktori tertentu.

Contohnya adalah sebagai berikut:

deny from all

Jika kita menuliskan baris seperti di atas pada file .htaccess maka isi direktori dimana file tersebut berada tidak akan bisa diakses oleh siapa saja melalui Internet.

Contoh lainnya yaitu sebagai berikut:

order deny,allow
deny from all
allow from 192.168.0.0/24

Arti dari baris-baris kode di atas yaitu direktori hanya bisa diakses oleh komputer yang berada pada jaringan komputer dengan alamat IP 192.168.0.0/24. Kebalikannya, kita juga bisa menuliskan kode seperti di bawah ini untuk memblokir akses direktori dari alamat IP tertentu.

order allow,deny
deny from 83.222.23.219
allow from all

2. Memproteksi Direktori

Dengan file .htaccess kita juga bisa memberikan password untuk direktori tertentu sehingga hanya user atau group tertentu saja yang bisa mengakses direktori tersebut.

Contoh yang paling sederhana yaitu sebagai berikut:

AuthType Basic
AuthName "restricted area"
AuthUserFile /usr/local/var/www/html/.htpasses
require valid-user

DenganĀ  perintah di atas direktori hanya bisa diakses oleh user yang sudah terdaftar pada file /usr/local/var/www/html/.htpasses. Kita bisa menambahkan user yang boleh mengakses direktori tersebut dengan program htpasswd yang terletak pada direktori Apache.

Contohnya adalah sebagai berikut:

# htpasswd -c /usr/local/var/www/html/.htpasses wahyu
Automatically using MD5 format.
New password: *****
Re-type new password: *****
Adding password for user wahyu

3. Custom Error Document

Halaman web yang tidak ada secara otomatis tidak bisa diakses, dan web server biasanya akan menampilkan halaman error. Nah, dengan file .htaccess kita juga bisa menentukan bagaimana tampilan dari halaman error tersebut.

Contohnya yaitu sebagai berikut:

ErrorDocument 404 "<html><head><title>Peringatan!</title></head><body><h2><tt>Tak ada sesuatu di sini, silakan pergi!</tt></h2></body></html>"

Selain cara di atas, kita juga bisa menentukan dokumen error pada lokasi tertentu, yaitu misalnya:

ErrorDocument 401 /error/401.php
ErrorDocument 403 /error/403.php
ErrorDocument 404 /error/404.php
ErrorDocument 500 /error/500.php

4. Menampilkan Isi Direktori

Pada konfigurasi default, jika tidak ada file index.html atau file lain yang ditentukan pada directive DirectoryIndex, isi direktori tidak dapat dilihat saat user mengakses direktori tersebut. Agar isi direktori tersebut bisa dilihat, kita harus menambahkan directive Options Indexes.

Contohnya adalah sebagai berikut:

Options Indexes
HeaderName header.html

5. Redirecting dan Rewriting

Manfaat lain dari file .htaccess adalah untuk melakukan redirecting dan rewriting. Akan tetapi kedua topik ini akan saya bahas pada tulisan mendatang.

Post to Twitter Tweet This Post to Delicious Delicious Post to Digg Digg This Post to Facebook Facebook Post to MySpace MySpace Post to StumbleUpon Stumble This

Artikel Terkait:

POST BANNER

Bagaimana Komentar Anda?

Monggo kalau Anda mau mengomentari tulisan di atas! Bertanya atau mengkritik juga boleh, tapi jangan terlalu menyakitkan :).

Tinggalkan Pesan