Melanjutkan pembahasan beberapa waktu yang lalu tentang Membangun Online Store dengan VirtueMart, pada tulisan kali ini saya ingin mengulas beberapa hal yang perlu kita kerjakan setelah online store yang kita buat tersebut jadi.
Yang menjadi pertanyaan, apa yang harus kita lakukan setelah online store tersebut jadi? Apakah langsung dipublikasikan kepada orang-orang, promosi secara besar-besaran atau bagaimana? Saking senangnya mempunyai online store dan ingin segera mendapatkan keuntungan secara singkat mungkin akan membuat seseorang melakukan hal-hal seperti itu. Akan tetapi untuk kasus ini alangkah baiknya apabila kita meneliti kembali segala sesuatu yang berhubungan dengan online store tersebut.
Ada beberapa hal yang perlu kita cek kembali sebelum memutuskan untuk melakukan publikasi maupun mempromosikan online store yang kita buat, yaitu:
Katalog Barang
Apa yang dimaksud dengan katalog barang? Katalog barang yaitu daftar barang atau produk yang kita jual melalui online store. Kita perlu memeriksa secara teliti apakah data barang yang kita masukkan sudah benar atau belum. Jangan sampai pelanggan sudah melakukan pemesanan, akan tetapi ternyata harga yang tercantum di online store tersebut salah.
Kita tidak boleh meremehkan hal-hal kecil seperti itu. Situs e-commerce sekelas Amazon.Com pun pernah mengalami kejadian seperti itu. Pada pertengahan bulan Maret 2003 secara tidak sengaja mereka mencantumkan harga untuk produk iPaq H1910 yang semula harganya 300 poundsterling tiba-tiba menukik tajam hingga mencapai 7 poundsterling saja. Akibatnya, banyak pembeli menyerbu situs tersebut untuk bertransaksi.
Tentunya Anda tidak ingin mengalami nasib seperti kasus Amazon tersebut bukan? Nah, oleh karena itu kita perlu teliti dalam memasang harga barang pada online store. Kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat kurang baik. Minimal akan mengurangi kredibilitas online store tersebut di mata pembeli.
Sistem Pembayaran
Bagaimana cara pelanggan untuk membayar produk atau barang yang mereka beli di online store kita? Hal ini wajib kita pertimbangkan secara matang. Kalau pengunjung menganggap bahwa sistem pembayaran yang tersedia tidak aman, jangan harap mereka mau bertransaksi di online store tersebut. Kita harus memberikan informasi yang jelas kepada pengunjung mengenai sistem pembayaran yang ada di online store kita.
Ada beberapa metode pembayaran yang biasanya dipakai dalam transaksi di Internet, yaitu kartu kredit, transfer bank dan pembayaran melalui pihak ketiga seperti PayPal. Untuk kasus yang terjadi di Indonesia, sistem pembayaran yang paling banyak dipakai yaitu transfer bank. Belakangan ini mulai banyak juga yang menggunakan jasa PayPal karena lebih mudah dan praktis.
Pengiriman Barang
Faktor lainnya yang harus kita pikirkan yaitu masalah pengiriman barang. Pelanggan tentu menginginkan agar barang yang ia pesan cepat sampai. Makin cepat makin baik. Oleh karena itu perusahaan jasa pengiriman barang berperan penting dalam masalah ini. Kita harus mempertimbangkan dengan cermat kecepatan pengiriman dan tarif yang ditawarkan oleh masing-masing perusahaan jasa pengiriman sebelum menentukan akan menggunakan jasa yang mana.
Nah, pada artikel yang akan datang saya akan membahas secara lebih detail bagaimana implementasi ketiga hal tersebut di atas pada online store yang dibuat dengan VirtueMart.





blezink cupid | August 25th, 2010 jam 1:05 pm
wah pembahasannya lengkap banget, mau nanya dong cms buat onlineshop yang paling powerfull apa yah? jombla,zencart,wordpress atau prestashop?