Skip to content
Follow us on Twitter or subscribe to this
website by email or with the RSS feed

Pertanyaan Seputar Checkbox dan jQuery

Pertanyaan Seputar Checkbox dan jQuerySaya sering sekali menjumpai beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan pemakaian checkbox pada jQuery di forum-forum diskusi. Ada yang menanyakan bagaimana cara mengambil nilai dari checkbox, mengetahui status checkbox, cara memilih beberapa checkbox sekaligus dan sebagainya.

Terus terang sebenarnya jQuery sudah menyediakan cukup banyak fungsi yang bisa kita pakai untuk menangani checkbox. Kita tinggal menggunakannya saja tanpa perlu melakukan coding dari awal.

Aplikasi AJAX Dengan JQuery, Bag. 2

Aplikasi AJAX Dengan JQuery, Bag. 2JQuery memiliki cukup banyak fungsi yang berkaitan dengan request AJAX. Fungsi load() seperti yang telah kita bahas pada bagian pertama adalah salah satunya. Dibandingkan dengan fungsi lainnya, load() merupakan metode yang paling sederhana untuk mengambil data dari server.

Pada artikel tersebut saya memberikan contoh bagaimana cara memanggil fungsi load() dengan satu parameter saja yaitu URL. Ketika pernyataan $("#content").load("data.php") tersebut dieksekusi, server akan memberikan respon berupa status (success atau error) dan data yang diminta. Segera setelah respon diterima, fungsi load() akan mengupdate elemen dokumen web yang dimaksud.

Aplikasi AJAX Dengan JQuery, Bag. 1

Aplikasi AJAX Dengan JQuery, Bag. 1Boleh dibilang saat ini hampir semua aplikasi berbasis web dikembangkan dengan teknologi AJAX. Google Docs adalah salah satu contohnya. Kalau kita lihat, sepintas tampilan interface-nya mirip sekali dengan aplikasi desktop. Kecepatannya dalam merespon permintaan data dari user pun cukup lumayan, tidak kalah bila dibandingkan dengan aplikasi desktop pada umumnya. Itu semua bisa terjadi berkat adanya teknologi AJAX.

Nah, pada artikel kali ini saya ingin sekali membahas secara lebih detail betapa mudahnya mengembangkan aplikasi web yang dilengkapi dengan fitur AJAX didalamnya menggunakan framework JQuery.

Cetak Dokumen dari Aplikasi Web

Bisa dibilang mencetak dokumen pada aplikasi web itu kurang begitu populer. Pada umumnya aplikasi web dirancang untuk menangani pekerjaan yang sifatnya paperless, yang tidak memerlukan pencetakan dokumen secara langsung. Kalaupun ada fasilitas untuk mencetak, biasanya hanya berupa ekspor data dengan format tertentu, misalnya PDF, Excel, Doc dan sebagainya. Selanjutnya proses pencetakan dilakukan menggunakan perangkat lunak lain.

Pertanyaannya sekarang, mungkinkah kita mencetak dokumen (misalnya laporan) secara langsung dari aplikasi web, tanpa melalui menu Print pada web browser, atau menggunakan perangkat lunak lain?

Saya ambilkan contoh pada kasus aplikasi kasir seperti yang sering kita lihat di toko-toko swalayan atau pada aplikasi parkir kendaraan. Aplikasi-aplikasi semacam itu biasanya dikembangkan dengan platform desktop. Tentu sangat menarik jika kita bisa mengembangkan aplikasi semacam itu tapi berbasis web. Persoalannya adalah bagaimana menangani pencetakan dokumen seperti nota penjualan dan sebagainya? Kalau menggunakan menu Print pada web browser tentu kurang praktis.

Tips dan Trik URL Rewriting, Bag. 5

Tips dan Trik URL Rewriting, Bag. 5Sedikit berbeda dengan pembahasan URL Rewriting sebelumnya (bagian 1, 2, 3 dan 4) yang lebih banyak menyoroti masalah struktur URL, kali ini saya ingin membahas penggunaan file .htaccess untuk memproteksi file seperti image, audio, atau dokumen lainnya agar tidak bisa diakses secara langsung dari situs lain.

Anda pernah mendengar istilah inline linking atau hot linking? Oke, kalau masih asing dengan istilah tersebut, berikut ini saya kutipkan pengertian apa itu inline linking yang saya ambil dari situs Wikipedia.

“Inline linking (also known as hotlinking, leeching, piggy-backing, direct linking, offsite image grabs) is the use of a linked object, often an image, from one site into a web page belonging to a second site. The second site is said to have an inline link to the site where the object is located.”