<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Sorsawo Journal &#187; GRUB</title>
	<atom:link href="http://www.sorsawo.com/journal/category/grub/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sorsawo.com/journal</link>
	<description>Sorsawo Journal, Wahana Belajar Linux dan Open Source Software</description>
	<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 16:55:40 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Menyembunyikan Tampilan GRUB</title>
		<link>http://www.sorsawo.com/journal/menyembunyikan-tampilan-grub</link>
		<comments>http://www.sorsawo.com/journal/menyembunyikan-tampilan-grub#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Feb 2008 17:46:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[GRUB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sorsawo.com/journal/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin diantara kita ada yang lebih suka tidak ada tampilan yang menunjukkan pilihan sistem operasi yang harus dijalankan oleh GRUB. Yang menjadi pertanyaan, apakah tampilan GRUB tersebut bisa disembunyikan? Ternyata bisa, dan caranya pun cukup mudah.

Adapun caranya sebagai berikut:
1. Jalankan Linux Ubuntu.
Pertama jalankan Linux Ubuntu pada mode normal, tunggu hingga proses startup selesai. Setelah itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin diantara kita ada yang lebih suka tidak ada tampilan yang menunjukkan pilihan sistem operasi yang harus dijalankan oleh GRUB. Yang menjadi pertanyaan, apakah tampilan GRUB tersebut bisa disembunyikan? Ternyata bisa, dan caranya pun cukup mudah.</p>
<p><span id="more-34"></span></p>
<p>Adapun caranya sebagai berikut:</p>
<p>1. Jalankan Linux Ubuntu.</p>
<p>Pertama jalankan Linux Ubuntu pada mode normal, tunggu hingga proses startup selesai. Setelah itu tekan kombinasi tombol Alt+F2 untuk menampilkan kotak dialog "<strong>Run Application</strong>".</p>
<p>Ketikkan "gksudo gedit /boot/grub/menu.lst" (tanpa tanda petik) di form isian yang tersedia. Masukkan password root jika muncul kotak dialog password.</p>
<p>2. Cari entri seperti di bawah ini:</p>
<div class="syntax_hilite">
<div id="bash-3">
<div class="bash" style="font-family: monospace;"><span style="color: #808080; font-style: italic;">## hiddenmenu</span><br />
<span style="color: #808080; font-style: italic;"># Hides the menu by default <span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#40;</span>press ESC to see the menu<span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#41;</span></span><br />
<span style="color: #808080; font-style: italic;"># hiddenmenu</span></div>
</div>
</div>
<p></p>
<p>3. Hapus karakter # di depan kata hiddenmenu tersebut seperti berikut ini:</p>
<div class="syntax_hilite">
<div id="bash-4">
<div class="bash" style="font-family: monospace;"><span style="color: #808080; font-style: italic;">## hiddenmenu</span><br />
<span style="color: #808080; font-style: italic;"># Hides the menu by default <span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#40;</span>press ESC to see the menu<span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#41;</span></span><br />
hiddenmenu</div>
</div>
</div>
<p></p>
<p>4. Simpan perubahan file konfigurasi tersebut dan restart komputer Anda.<strong> </strong></p>
<p>Nah sekarang menu GRUB tidak akan nampak saat booting komputer. Jika ingin menampilkan menu tersebut, Anda hanya perlu menekan tombol ESC. Selamat mencoba.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sorsawo.com/journal/menyembunyikan-tampilan-grub/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mengubah Setting Timeout GRUB</title>
		<link>http://www.sorsawo.com/journal/mengubah-setting-timeout-grub</link>
		<comments>http://www.sorsawo.com/journal/mengubah-setting-timeout-grub#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jan 2008 17:03:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[GRUB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sorsawo.com/journal/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Jika kita menginstall Linux dan Windows di satu komputer dengan GRUB sebagai bootloader-nya, saat booting akan muncul menu pilihan sistem operasi. Menu tersebut akan ditampilkan selama waktu tertentu, biasanya 10 detik.
Nilai tersebut menunjukkan berapa lama waktu untuk menampilkan menu GRUB. Jika kita tidak memilih salah satu menu di situ, secara otomatis GRUB akan menjalankan menu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika kita menginstall Linux dan Windows di satu komputer dengan GRUB sebagai <em>bootloader</em>-nya, saat booting akan muncul menu pilihan sistem operasi. Menu tersebut akan ditampilkan selama waktu tertentu, biasanya 10 detik.</p>
<p>Nilai tersebut menunjukkan berapa lama waktu untuk menampilkan menu GRUB. Jika kita tidak memilih salah satu menu di situ, secara otomatis GRUB akan menjalankan menu default setelah <em>timeout</em>.</p>
<p><span id="more-33"></span></p>
<p>Kita bisa mengubah waktu <em>timeout</em> tersebut dengan sebagai berikut:</p>
<p>1. Jalankan Linux Ubuntu.</p>
<p>Pertama jalankan Linux Ubuntu pada mode normal, tunggu hingga proses startup selesai. Setelah itu tekan kombinasi tombol Alt+F2 untuk menampilkan kotak dialog "<strong>Run Application</strong>".</p>
<p>Ketikkan "gksudo gedit /boot/grub/menu.lst" (tanpa tanda petik) di form isian yang tersedia. Masukkan password root jika muncul kotak dialog password.</p>
<p>2. Cari entri seperti di bawah ini:</p>
<div class="syntax_hilite">
<div id="bash-7">
<div class="bash" style="font-family: monospace;"><span style="color: #808080; font-style: italic;">## timeout sec</span><br />
<span style="color: #808080; font-style: italic;"># Set a timeout, <span style="color: #000000; font-weight: bold;">in</span> SEC seconds, before automatically booting the default entry</span><br />
<span style="color: #808080; font-style: italic;"># <span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#40;</span>normally the first entry defined<span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#41;</span>.</span><br />
timeout <span style="color: #000000;">10</span></div>
</div>
</div>
<p></p>
<p>3. Ubah nilai timeout.</p>
<p>Angka <em>timeout</em> menunjukkan berapa lama menu GRUB akan ditampilkan pada saat booting. Satuannya adalah detik. Misalnya kita ubah <em>timeout</em>-nya menjadi 5 detik, sehingga konfigurasi tersebut sekarang menjadi seperti ini:</p>
<div class="syntax_hilite">
<div id="bash-8">
<div class="bash" style="font-family: monospace;"><span style="color: #808080; font-style: italic;">## timeout sec</span><br />
<span style="color: #808080; font-style: italic;"># Set a timeout, <span style="color: #000000; font-weight: bold;">in</span> SEC seconds, before automatically booting the default entry</span><br />
<span style="color: #808080; font-style: italic;"># <span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#40;</span>normally the first entry defined<span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#41;</span>.</span><br />
timeout <span style="color: #000000;">5</span></div>
</div>
</div>
<p></p>
<p>4. Simpan perubahan tersebut dan restart komputer kita.</p>
<p>Nah saat booting menu GRUB akan <em>timeout</em> setelah 5 detik. Selamat mencoba.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sorsawo.com/journal/mengubah-setting-timeout-grub/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadikan Windows Sebagai Default Sistem Operasi</title>
		<link>http://www.sorsawo.com/journal/menjadikan-windows-sebagai-default-sistem-operasi</link>
		<comments>http://www.sorsawo.com/journal/menjadikan-windows-sebagai-default-sistem-operasi#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jan 2008 16:50:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[GRUB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sorsawo.com/journal/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[
Pada proses booting, program yang dijalankan pertama kali setelah proses POST (Power On Self Test) selesai adalah GRUB. Anda sudah tahu GRUB itu apa? GRUB singkatan dari GRand Unified Bootloader, yaitu program kecil yang menampilkan pilihan sistem operasi pada saat proses booting.
GRUB sangat berguna apabila kita menginstall lebih dari satu sistem operasi pada satu komputer, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.sorsawo.com/journal/wp-content/uploads/2008/02/dual_boot_boot_loader.jpg" alt="Menjadikan Windows Sebagai Default Sistem Operasi" /></p>
<p>Pada proses booting, program yang dijalankan pertama kali setelah proses POST (<em>Power On Self Test</em>) selesai adalah GRUB. Anda sudah tahu GRUB itu apa? GRUB singkatan dari <em>GRand Unified Bootloader</em>, yaitu program kecil yang menampilkan pilihan sistem operasi pada saat proses booting.</p>
<p>GRUB sangat berguna apabila kita menginstall lebih dari satu sistem operasi pada satu komputer, misalnya Microsoft Windows XP dan Linux Ubuntu. Istilah kerennya adalah <em>dual booting</em>.</p>
<p>Biasanya default sistem operasi pada menu GRUB adalah Linux Ubuntu. Istilah "default" disini artinya adalah sistem operasi yang akan dijalankan secara otomatis apabila kita tidak memilih sistem operasi lain pada daftar menu GRUB.</p>
<p><span id="more-31"></span></p>
<p>Kita bisa mengubah nilai default pada menu GRUB tersebut. Misalnya kita ingin agar Windows XP menjadi default sistem operasi. Bagaimana caranya?</p>
<p>Kita hanya perlu mengedit file konfigurasi GRUB. Di Linux Ubuntu, file konfigurasi tersebut bisa ditemukan di <em>/boot/grub/menu.lst</em>. Edit konfigurasi tersebut dengan editor favorit Anda, misalnya <strong>gedit</strong>.</p>
<p>Pertama, jalankan Linux Ubuntu seperti biasanya hingga proses startup selesai.</p>
<p>Tekan kombinasi tombol Alt+F2 untuk menampilkan kotak dialog <strong>Run Application</strong>. Setelah itu ketikkan "<strong>gksudo gedit /boot/grub/menu.lst</strong>" (tanpa tanda petik) pada form isian yang tersedia. Masukkan password root jika muncul kotak dialog password.</p>
<p>Perintah <strong>gksudo</strong> di atas dipakai karena Anda harus memakai account root agar bisa mengubah konfigurasi GRUB tersebut.</p>
<p>Selanjutnya perhatikan baris seperti di bawah ini pada file tersebut.</p>
<div class="syntax_hilite">
<div id="bash-12">
<div class="bash" style="font-family: monospace;"><span style="color: #808080; font-style: italic;">## default num</span><br />
<span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#91;</span>several lines beginning with <span style="color: #ff0000;">'#'</span> are here omitted <span style="color: #000000; font-weight: bold;">for</span> sake of brevity<span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#93;</span><br />
default <span style="color: #000000;">0</span></div>
</div>
</div>
<p></p>
<p>Angka 0 setelah kata "default " adalah nomor urut sistem operasi. Angka ini yang harus kita ubah agar mengacu ke sistem operasi Windows XP.</p>
<p>Pada Linux Ubuntu entri sistem operasi yang termuat di GRUB sedikitnya ada tiga, yaitu proses boot biasa,<em> recovery mode</em>, dan <em>memory testing</em>. Lihat contoh entri di bawah ini.</p>
<div class="syntax_hilite">
<div id="bash-13">
<div class="bash" style="font-family: monospace;">title Ubuntu, kernel <span style="color: #000000;">2.6</span><span style="color: #000000;">.15</span><span style="color: #000000;">-23</span><span style="color: #000000;">-386</span><br />
root <span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#40;</span>hd0,<span style="color: #000000;">1</span><span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#41;</span><br />
kernel /boot/vmlinuz<span style="color: #000000;">-2.6</span><span style="color: #000000;">.15</span><span style="color: #000000;">-23</span><span style="color: #000000;">-386</span> <span style="color: #007800;">root=</span>/dev/hda1 ro quiet splash<br />
initrd /boot/initrd.img<span style="color: #000000;">-2.6</span><span style="color: #000000;">.15</span><span style="color: #000000;">-23</span><span style="color: #000000;">-386</span><br />
savedefault<br />
boot</p>
<p>title Ubuntu, kernel <span style="color: #000000;">2.6</span><span style="color: #000000;">.15</span><span style="color: #000000;">-23</span><span style="color: #000000;">-386</span> <span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#40;</span>recovery mode<span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#41;</span><br />
root <span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#40;</span>hd0,<span style="color: #000000;">1</span><span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#41;</span><br />
kernel /boot/vmlinuz<span style="color: #000000;">-2.6</span><span style="color: #000000;">.15</span><span style="color: #000000;">-23</span><span style="color: #000000;">-386</span> <span style="color: #007800;">root=</span>/dev/hda1 ro single<br />
initrd /boot/initrd.img<span style="color: #000000;">-2.6</span><span style="color: #000000;">.15</span><span style="color: #000000;">-23</span><span style="color: #000000;">-386</span><br />
boot</p>
<p>title Ubuntu, memtest86+<br />
root <span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#40;</span>hd0,<span style="color: #000000;">1</span><span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#41;</span><br />
kernel /boot/memtest86+.bin<br />
boot</div>
</div>
</div>
<p></p>
<p>Setelah ketiga entri di atas barulah entri sistem operasi lain, misalnya Windows XP.</p>
<div class="syntax_hilite">
<div id="bash-14">
<div class="bash" style="font-family: monospace;">title Windows XP<br />
rootnoverify <span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#40;</span>hd0,<span style="color: #000000;">0</span><span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">&#41;</span><br />
makeactive<br />
chainloader <span style="color: #000000;">+1</span></div>
</div>
</div>
<p></p>
<p>Berdasarkan gambar di atas kita mengetahui bahwa Windows XP nomor urut entrinya adalah 4 (nomor dimulai dari 0). Oleh karena itu kita ubah defaultnya menjadi 4. Setelah itu simpan perubahan tersebut.</p>
<p>Nah jika Anda boot ulang, maka default sistem operasi akan menunjuk ke Windows XP. Selamat mencoba.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sorsawo.com/journal/menjadikan-windows-sebagai-default-sistem-operasi/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Reset Password Ubuntu</title>
		<link>http://www.sorsawo.com/journal/reset-password-ubuntu</link>
		<comments>http://www.sorsawo.com/journal/reset-password-ubuntu#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Nov 2007 09:55:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[GRUB]]></category>

		<category><![CDATA[User dan Group]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sorsawo.com/journal/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Anda harus memasukkan password pada waktu login ke sistem operasi Linux. Tetapi bagaimana seandainya Anda tidak ingat passwordnya? Tindakan apa yang harus Anda lakukan selanjutnya? Anda tidak perlu panik apabila mengalami hal seperti itu. Yang harus Anda lakukan adalah mereset password yang lama.
Pertama, restart komputer Anda. Pada saat ditampilkan menu GRUB seperti gambar di bawah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda harus memasukkan password pada waktu login ke sistem operasi Linux. Tetapi bagaimana seandainya Anda tidak ingat passwordnya? Tindakan apa yang harus Anda lakukan selanjutnya? Anda tidak perlu panik apabila mengalami hal seperti itu. Yang harus Anda lakukan adalah mereset password yang lama.</p>
<p>Pertama, restart komputer Anda. Pada saat ditampilkan menu GRUB seperti gambar di bawah ini, pilihlah menu <em>recovery mode</em>.</p>
<p><img src="http://www.sorsawo.com/journal/wp-content/uploads/2008/02/menu_grub.png" alt="Reset Password Ubuntu" /></p>
<p><em>Recovery mode</em> akan menjalankan sistem Linux dengan user root. Root merupakan user yang mempunyai akses penuh terhadap sistem. Oleh karena itu Anda harus berhati-hati dengan perintah yang Anda ketikkan pada terminal.</p>
<p><span id="more-10"></span></p>
<p>Ketikkan perintah di terminal seperti di bawah ini:</p>
<div class="syntax_hilite">
<div id="bash-17">
<div class="bash" style="font-family: monospace;">root@sorsawo:~<span style="color: #808080; font-style: italic;"># <span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">passwd</span> bowo</span><br />
Enter new UNIX password:<br />
Retype new UNIX password:<br />
<span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">passwd</span>: password updated successfully</div>
</div>
</div>
<p></p>
<p>Perintah di atas dipakai untuk mereset password dari user <strong>bowo</strong> (sesuaikan dengan username Anda). Setelah itu sekarang saatnya untuk merestart komputer. Pada terminal ketikkan:</p>
<div class="syntax_hilite">
<div id="bash-18">
<div class="bash" style="font-family: monospace;">root@sorsawo:~<span style="color: #808080; font-style: italic;"># reboot</span></div>
</div>
</div>
<p></p>
<p>Nah, sekarang Anda bisa menjalankan Linux Ubuntu dalam mode normal (bukan <em>recovery mode</em>). Gunakan password yang Anda ubah pada mode <em>recovery</em> tadi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sorsawo.com/journal/reset-password-ubuntu/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
