<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Sorsawo Journal &#187; Sysadmin</title>
	<atom:link href="http://www.sorsawo.com/journal/category/sysadmin/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sorsawo.com/journal</link>
	<description>Sorsawo Journal, Wahana Belajar Linux dan Open Source Software</description>
	<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 16:55:40 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Tips Praktis Untuk Mengecek Status Suatu Proses</title>
		<link>http://www.sorsawo.com/journal/tips-praktis-untuk-mengecek-status-suatu-proses</link>
		<comments>http://www.sorsawo.com/journal/tips-praktis-untuk-mengecek-status-suatu-proses#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 15:56:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Command Line]]></category>

		<category><![CDATA[Sysadmin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sorsawo.com/journal/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[Linux mempunyai sebuah perintah yang bisa kita pakai untuk mengetahui detail semua proses yang sedang berjalan pada komputer kita. Perintah tersebut adalah ps. Contoh penggunaannya adalah sebagai berikut:

Pada contoh di atas terlihat bahwa output dari perintah ps adalah tabel yang terdiri dari beberapa field.

Berikut ini field-field yang biasanya muncul pada penggunaan perintah ps:

USER atau UID: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Linux mempunyai sebuah perintah yang bisa kita pakai untuk mengetahui detail semua proses yang sedang berjalan pada komputer kita. Perintah tersebut adalah <strong>ps</strong>. Contoh penggunaannya adalah sebagai berikut:</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-237" title="ps_au" src="http://www.sorsawo.com/journal/wp-content/uploads/2008/06/ps_au.jpg" alt="ps_au" width="446" height="292" /></p>
<p>Pada contoh di atas terlihat bahwa output dari perintah <strong>ps </strong>adalah tabel yang terdiri dari beberapa field.</p>
<p><span id="more-236"></span></p>
<p>Berikut ini field-field yang biasanya muncul pada penggunaan perintah <strong>ps</strong>:</p>
<ul>
<li><strong>USER</strong> atau <strong>UID</strong>: User yang menjalankan proses</li>
<li><strong>PID</strong>: ID dari suatu proses</li>
<li><strong>%CPU</strong>: Besar prosentase CPU yang dipakai oleh suatu proses</li>
<li><strong>%MEM</strong>: Besar prosentase memori yang dipakai oleh suatu proses</li>
<li><strong>SIZE</strong> atau <strong>VSZ</strong>: Besar virtual memori yang dipakai oleh suatu proses (dalam kilobyte)</li>
<li><strong>RSS</strong>: Resident Set Size atau besar memori sebenarnya yang dipakai oleh suatu proses (dalam kilobyte)</li>
<li><strong>TTY</strong>: Terminal yang digunakan oleh suatu proses</li>
<li><strong>STAT</strong>: Status dari suatu proses. Beberapa karakter yang digunakan adalah:
<ul>
<li><strong>R</strong> (Run atau berjalan)</li>
<li><strong>S</strong> (Sleeping)</li>
<li><strong>I</strong> (Idle)</li>
<li><strong>Z</strong> (Zombie)</li>
<li><strong>D</strong> (Disk wait)</li>
<li><strong>P</strong> (Page wait)</li>
<li><strong>W</strong> (Swapped Out)</li>
<li><strong>N</strong> (prioritasnya kecil dengan menggunakan nice)</li>
<li><strong>T</strong> (Terminated)</li>
</ul>
</li>
<li><strong>START</strong>: Waktu mulai atau tanggal mulai suatu proses</li>
<li><strong>TIME</strong>: Total besar waktu CPU yang dipakai oleh suatu proses</li>
<li><strong>COMMAND</strong>: Perintah yang dieksekusi oleh suatu proses</li>
</ul>
<p>Ada beberapa argumen yang bisa kita sertakan dalam perintah <strong>ps</strong>, yaitu:</p>
<ul>
<li><strong>a</strong>: Untuk menunjukkan proses yang dijalankan oleh seluruh user</li>
<li><strong>c</strong>: Untuk menunjukkan variabel lingkungan suatu proses setelah proses tersebut mengeksekusi suatu perintah</li>
<li><strong>l</strong>: Untuk menunjukkan output dalam format memanjang</li>
<li><strong>u</strong>: Untuk menunjukkan user yang menjalankan suatu proses dan juga waktunya</li>
<li><strong>w</strong>: Untuk menunjukkan output dalam format melebar</li>
<li><strong>txx</strong>: Untuk menunjukkan proses yang berasosiasi dengan device ttyxx</li>
<li><strong>x</strong>: Untuk menunjukkan proses tanpa mengontrol tty</li>
</ul>
<p>Contoh penggunaannya bisa dilihat pada gambar diatas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sorsawo.com/journal/tips-praktis-untuk-mengecek-status-suatu-proses/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mengontrol Service Pada Linux Ubuntu</title>
		<link>http://www.sorsawo.com/journal/mengontrol-service-pada-linux-ubuntu</link>
		<comments>http://www.sorsawo.com/journal/mengontrol-service-pada-linux-ubuntu#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 12:28:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sysadmin]]></category>

		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sorsawo.com/journal/?p=215</guid>
		<description><![CDATA[Pada awalnya Linux memang dirancang sebagai sistem operasi jaringan. Oleh karena itu tidak heran jika banyak sekali program yang berjalan di background (tidak terlihat di layar monitor). Program seperti itu disebut dengan daemon. Di Windows kita biasa menyebutnya dengan istilah service.
Jadi walaupun sepintas tidak ada aktivitas program di layar monitor, tapi sebenarnya komputer tetap menjalankan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada awalnya Linux memang dirancang sebagai sistem operasi jaringan. Oleh karena itu tidak heran jika banyak sekali program yang berjalan di <em>background </em>(tidak terlihat di layar monitor). Program seperti itu disebut dengan <strong>daemon</strong>. Di Windows kita biasa menyebutnya dengan istilah <strong>service</strong>.</p>
<p>Jadi walaupun sepintas tidak ada aktivitas program di layar monitor, tapi sebenarnya komputer tetap menjalankan beberapa program di <em>background</em>. Misalnya saja <strong>httpd </strong>untuk webserver atau <strong>ftpd </strong>untuk FTP server.</p>
<p>Di Ubuntu ada sebuah program <em>utility </em>yang bisa kita pakai untuk mengontrol daemon, yaitu <strong>sysvconfig</strong>. Akan tetapi program ini belum terinstall secara default, jadi kita harus menginstall-nya secara manual apabila ingin memakainya.</p>
<p><span id="more-215"></span></p>
<p>Jika kita bisa mengakses Internet dari Linux Ubuntu di komputer kita, maka kita bisa menginstall program tersebut secara online dengan cara:</p>
<div class="syntax_hilite">
<div id="bash-3">
<div class="bash" style="font-family: monospace;">bowo@sorsawo:~$ <span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">sudo</span> apt-get <span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">install</span> sysvconfig</div>
</div>
</div>
<p></p>
<p>Atau kita bisa juga menginstallnya secara manual setelah mendownload paket program tersebut dari server website Ubuntu.Com di alamat ini, <a href="http://packages.ubuntu.com/" target="_blank">http://packages.ubuntu.com</a>.</p>
<p>Nah, setelah program tersebut terinstall, kita bisa menjalankannya dengan cara mengetikkan perintah berikut ini di terminal <em>command line</em>.</p>
<div class="syntax_hilite">
<div id="bash-4">
<div class="bash" style="font-family: monospace;">bowo@sorsawo:~$ <span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">sudo</span> sysvconfig</div>
</div>
</div>
<p></p>
<p>Setelah itu akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-216" title="Sys V editor" src="http://www.sorsawo.com/journal/wp-content/uploads/2008/05/sysvconfig.jpg" alt="Sys V editor" width="476" height="286" /></p>
<p>Bagaimana cara mengoperasikannya? Cukup mudah, tinggal ikuti saja petunjuk yang ada di monitor.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sorsawo.com/journal/mengontrol-service-pada-linux-ubuntu/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pengarsipan dengan Tar, Gzip, dan Bzip2</title>
		<link>http://www.sorsawo.com/journal/pengarsipan-dengan-tar-gzip-dan-bzip2</link>
		<comments>http://www.sorsawo.com/journal/pengarsipan-dengan-tar-gzip-dan-bzip2#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Jan 2008 10:29:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Command Line]]></category>

		<category><![CDATA[Sysadmin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sorsawo.com/journal/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Pengarsipan adalah suatu cara untuk menggabungkan beberapa file individual dan direktori menjadi sebuah file tunggal. Cara ini biasanya dipakai untuk keperluan backup file.
Ada tiga utilitas pengarsipan yang biasa kita temui di berbagai distribusi Linux, yaitu tar, gzip, dan bzip2.
TAR
Tar merupakan singkatan dari Tape Archive. Pada awalnya tar dibuat untuk melakukan backup file pada media penyimpan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengarsipan adalah suatu cara untuk menggabungkan beberapa file individual dan direktori menjadi sebuah file tunggal. Cara ini biasanya dipakai untuk keperluan <em>backup</em> file.</p>
<p>Ada tiga utilitas pengarsipan yang biasa kita temui di berbagai distribusi Linux, yaitu <em>tar</em>, <em>gzip</em>, dan <em>bzip2</em>.</p>
<p><strong>TAR</strong></p>
<p><strong>Tar</strong> merupakan singkatan dari <em>Tape Archive</em>. Pada awalnya <em>tar</em> dibuat untuk melakukan backup file pada media penyimpan yang berupa <em>tape</em>, tetapi sekarang bisa juga dipakai untuk membuat file <em>tar</em> untuk media lainnya.</p>
<p>File yang dihasilkan oleh utilitas <em>tar</em> ini berupa sebuah file tarball dengan ekstensi <strong>.tar</strong>. File ini berisi sejumlah file dan direktori yang digabungkan menjadi satu. Tidak ada kompresi pada format tar ini, sehingga ukuran file yang dihasilkan sama dengan ukuran gabungan file-file penyusunnya.</p>
<p><span id="more-20"></span></p>
<p>Untuk mengkompresi file ini dapat digunakan utilitas <em>gzip</em> dan <em>bzip2</em>. Untuk membuat file tar dengan perintah mode teks, pada terminal command line ketikkan :</p>
<div class="syntax_hilite">
<div id="bash-13">
<div class="bash" style="font-family: monospace;">bowo@sorsawo:~$ <span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">tar</span> -cf data.<span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">tar</span> files/dokumen</div>
</div>
</div>
<p></p>
<p>Perintah di atas akan membuat file <em>data.tar</em> dari file-file yang ada di direktori <em>files/dokumen</em>. Untuk menampilkan daftar file yang ada dalam <em>data.tar</em> ke layar, gunakan perintah:</p>
<div class="syntax_hilite">
<div id="bash-14">
<div class="bash" style="font-family: monospace;">bowo@sorsawo:~$ <span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">tar</span> -tvf data.<span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">tar</span></div>
</div>
</div>
<p></p>
<p>Untuk mengekstrak <em>data.tar</em>, gunakan perintah:</p>
<div class="syntax_hilite">
<div id="bash-15">
<div class="bash" style="font-family: monospace;">bowo@sorsawo:~$ <span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">tar</span> -xvf data.<span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">tar</span></div>
</div>
</div>
<p></p>
<p>Anda bisa mengkompres file <em>data.tar</em> dengan perintah:</p>
<div class="syntax_hilite">
<div id="bash-16">
<div class="bash" style="font-family: monospace;">bowo@sorsawo:~$ <span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">tar</span> -czvf data.<span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">tar</span></div>
</div>
</div>
<p></p>
<p>Perintah di atas secara otomatis akan mengkompresi file <em>data.tar</em> dengan utilitas <em>gzip</em>.<strong> </strong></p>
<p><strong>GZIP</strong></p>
<p><strong>Gzip</strong> adalah utilitas untuk membuat file kompresi dengan format <em>zip</em> di platform Linux/UNIX. Pada umumnya file yang dihasilkan mempunyai ekstensi <em>.tar.gz</em> atau <em>.tgz</em>.</p>
<p>File yang dibuat dengan <em>gzip</em> ini kompatibel dengan dengan Winzip dan PkZip. Oleh karena itu file zip yang dibuat di Linux dapat di-<em>unzip</em> di platform Windows. Untuk mengkompres file dengan <em>gzip</em>, perintahnya adalah sebagai berikut:</p>
<div class="syntax_hilite">
<div id="bash-17">
<div class="bash" style="font-family: monospace;">bowo@sorsawo:~$ <span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">gzip</span> data.<span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">tar</span></div>
</div>
</div>
<p></p>
<p>dimana <em>data.tar</em> adalah nama file yang akan dikompresi. Hasilnya adalah sebuah file yang bernama <em>data.tar.gz</em>. Untuk mengekstrak file <em>data.tar.gz</em> gunakan perintah:</p>
<div class="syntax_hilite">
<div id="bash-18">
<div class="bash" style="font-family: monospace;">bowo@sorsawo:~$ <span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">gzip</span> -d data.<span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">tar</span>.gz</div>
</div>
</div>
<p></p>
<p><strong>BZIP2</strong></p>
<p><em>Bzip2</em> mempunyai kemampuan kompresi file yang lebih baik dibandingkan dengan <em>gzip</em>. File yang dihasilkan oleh <em>bzip2</em> ini ukurannya bisa lebih kecil 10-20% daripada <em>gzip</em>. Pada umumnya file yang dikompresi dengan <em>bzip2</em> mempunyai ekstensi <strong>.bz2</strong>.</p>
<p>Perintah untuk mengkompresi file dengan <em>bzip2</em> adalah:</p>
<div class="syntax_hilite">
<div id="bash-19">
<div class="bash" style="font-family: monospace;">bowo@sorsawo:~$ <span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">bzip2</span> nama_file.<span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">tar</span></div>
</div>
</div>
<p></p>
<p>dimana <em>nama_file.tar</em> adalah nama file yang akan dikompresi. Hasilnya adalah <em>nama_file.tar.bz2</em>. Untuk mengekstraknya gunakan perintah:</p>
<div class="syntax_hilite">
<div id="bash-20">
<div class="bash" style="font-family: monospace;">bowo@sorsawo:~$ <span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">bunzip2</span> -d nama_file.<span style="color: #c20cb9; font-weight: bold;">tar</span>.bz2</div>
</div>
</div>
<p></p>
<p>Hasilnya adalah <em>nama_file.tar</em>.</p>
<p>Demikian ulasan singkat tentang cara menggunakan perintah-perintah berbasis teks (<em>command line</em>) untuk melakukan kompresi dan membuat file arsip.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sorsawo.com/journal/pengarsipan-dengan-tar-gzip-dan-bzip2/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Agar Direktori Tidak Bisa Di-browse</title>
		<link>http://www.sorsawo.com/journal/agar-direktori-tidak-bisa-di-browse</link>
		<comments>http://www.sorsawo.com/journal/agar-direktori-tidak-bisa-di-browse#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Oct 2007 12:41:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Apache]]></category>

		<category><![CDATA[Sysadmin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sorsawo.com/journal/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[Terkadang kita tidak ingin isi direktori yang berisi gambar atau file penting lain di website kita bisa dilihat oleh orang lain melalui browser. Lalu bagaimana caranya?

Kita bisa menyembunyikan isi direktori dengan cara membuat file bernama  index.html dan meletakkannya pada direktori tersebut. Ini  adalah cara yang paling mudah.
Cara lainnya adalah dengan file .htaccess. File [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terkadang kita tidak ingin isi direktori yang berisi gambar atau file penting lain di website kita bisa dilihat oleh orang lain melalui browser. Lalu bagaimana caranya?</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-199" title="apache-directory-listing" src="http://www.sorsawo.com/journal/wp-content/uploads/2008/05/apache-directory-listing.png" alt="Agar direktori tidak bisa di-browse" width="465" height="230" /></p>
<p>Kita bisa menyembunyikan isi direktori dengan cara membuat file bernama  <strong>index.html</strong> dan meletakkannya pada direktori tersebut. Ini  adalah cara yang paling mudah.</p>
<p>Cara lainnya adalah dengan file <strong>.htaccess</strong>. File .htaccess  tersebut harus diletakkan pada direktori yang dimaksud.</p>
<p><span id="more-198"></span></p>
<p>Nah, di dalam file .htaccess tersebut kita harus menulis beberapa baris perintah dengan directive <strong>IndexIgnore</strong>. Direktif ini dipakai untuk menyembunyikan isi direktori atau nama file tertentu.</p>
<p>Contohnya adalah sebagai berikut:</p>
<div class="syntax_hilite">
<div id="bash-24">
<div class="bash" style="font-family: monospace;">IndexIgnore *</div>
</div>
</div>
<p></p>
<p>Apabila kita meletakkan directive seperti di atas di file .htaccess, maka isi direktori yang dimaksud tidak akan bisa dilihat melalui browser.</p>
<div class="syntax_hilite">
<div id="bash-25">
<div class="bash" style="font-family: monospace;">IndexIgnore *.gif *.jpg</div>
</div>
</div>
<p></p>
<p>Nah, jika settingnya seperti diatas, nama-nama file yang berekstensi GIF dan JPG saja yang tidak bisa di-browse. Selain kedua jenis file tersebut (misalnya html, php, dan pdf) masih bisa dilihat.</p>
<div class="syntax_hilite">
<div id="bash-26">
<div class="bash" style="font-family: monospace;">IndexIgnore README .htaccess *~</div>
</div>
</div>
<p></p>
<p>Setting seperti di atas akan menyebabkan tampilan isi direktori menyembunyikan file dengan nama README, .htaccess dan semua file yang berakhiran ~.</p>
<p>Selamat mencoba.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sorsawo.com/journal/agar-direktori-tidak-bisa-di-browse/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
