<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Sorsawo Journal</title>
	<atom:link href="http://www.sorsawo.com/journal/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sorsawo.com/journal</link>
	<description>Sorsawo Journal, Wahana Belajar Linux dan Open Source Software</description>
	<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 16:55:40 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Menjadikan WordPress Sebagai CMS</title>
		<link>http://www.sorsawo.com/journal/menjadikan-wordpress-sebagai-cms</link>
		<comments>http://www.sorsawo.com/journal/menjadikan-wordpress-sebagai-cms#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 16:55:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[WordPress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sorsawo.com/journal/?p=263</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, WordPress bisa dipakai untuk berbagai keperluan. Selain untuk blogging, WordPress juga bisa dipakai untuk membuat situs e-Commerce, website pribadi, CMS, dan sebagainya.
Kalau sebelumnya saya mengulas pemakaian WordPress untuk situs e-Commerce, kali ini saya akan membahas sedikit gimana caranya memanfaatkan WordPress untuk membuat website biasa. Bukan blog tapi website dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti yang pernah saya tulis <a href="http://www.sorsawo.com/journal/membangun-toko-online-dengan-wordpress-1" target="_blank">sebelumnya</a>, WordPress bisa dipakai untuk berbagai keperluan. Selain untuk blogging, WordPress juga bisa dipakai untuk membuat situs e-Commerce, website pribadi, CMS, dan sebagainya.</p>
<p>Kalau sebelumnya saya mengulas pemakaian WordPress untuk situs e-Commerce, kali ini saya akan membahas sedikit gimana caranya memanfaatkan WordPress untuk membuat website biasa. Bukan blog tapi website dengan fitur CMS (Content Management System).</p>
<p>Mau tahu caranya? Ikuti langkah-langkah berikut ini:</p>
<p><span id="more-263"></span></p>
<p>Misalkan kita ingin membuat sebuah website sederhana yang mempunyai 5 halaman, yaitu Home, About, Product, Press Release dan Contact Us.</p>
<p><strong>1. Silakan login terlebih dulu sebagai Administrator.</strong></p>
<p><strong>2. Buat sebuah halaman web (Page) dengan title Home.</strong></p>
<p>Pada bagian menu utama klik <strong>Write - Page</strong>. Nantinya akan ditampilkan editor untuk membuat halaman web. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-264" title="write-page" src="http://www.sorsawo.com/journal/wp-content/uploads/2008/06/write-page.png" alt="write-page" width="350" height="170" /></p>
<p>Selanjutnya ubah <strong>Page Order</strong> halaman tersebut menjadi 0.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-265" title="page-order" src="http://www.sorsawo.com/journal/wp-content/uploads/2008/06/page-order.png" alt="page-order" width="300" height="74" /></p>
<p>Kita akan men-disable fungsi komentar pada halaman ini. Untuk itu <em>un-check</em> setting <strong>Comments &amp; Pings</strong>.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-268" title="comment" src="http://www.sorsawo.com/journal/wp-content/uploads/2008/06/comment.png" alt="comment" width="280" height="110" /></p>
<p><strong>3. Buat halaman About, Product dan Press Release seperti langkah 2. </strong></p>
<p>Sesuaikan Page Order berdasarkan urutan menu yang akan kita buat. Halaman Press Release akan kita pakai untuk menampilkan berita-berita terbaru.</p>
<p><strong>4. Ubah setting Frontpage</strong></p>
<p>Caranya klik <strong>Settings - Reading</strong> untuk menampilkan halaman <strong>Reading Settings</strong>. Pilih <strong>Home</strong> sebagai <strong>Front page</strong> dan <strong>Press Release</strong> sebagai <strong>Posts page</strong>. Untuk jelasnya lihat gambar di bawah ini.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-267" title="reading-setting" src="http://www.sorsawo.com/journal/wp-content/uploads/2008/06/reading-setting.png" alt="reading-setting" width="380" height="175" /></p>
<p><strong>5. Terakhir, buat halaman Contact Us.</strong></p>
<p>Halaman ini berupa form kontak untuk mengirimkan pesan. Caranya sama seperti langkah 2, namun fungsi komentar harus diaktifkan. Pastikan bahwa Page Template (di bagian Design) memuat tag <em>comments_template()</em>.</p>
<p>Selamat mencoba.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sorsawo.com/journal/menjadikan-wordpress-sebagai-cms/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mencicipi Lezatnya CakePHP</title>
		<link>http://www.sorsawo.com/journal/mencicipi-lezatnya-cakephp</link>
		<comments>http://www.sorsawo.com/journal/mencicipi-lezatnya-cakephp#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2008 01:41:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Programming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sorsawo.com/journal/?p=261</guid>
		<description><![CDATA[
Saya yakin belum banyak yang tahu apa itu CakePHP. Hal ini wajar mengingat istilah ini baru muncul sekitar tahun 2005. Sesuai dengan namanya, CakePHP merupakan framework pemrograman web berbasis PHP. Berikut ini pernyataan yang dikutip dari situs CakePHP.Org.
&#8220;CakePHP is a rapid development framework for PHP that provides an extensible architecture for developing, maintaining, and deploying [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-262" title="cake-logo" src="http://www.sorsawo.com/journal/wp-content/uploads/2008/06/cake-logo.png" alt="CakePHP" width="180" height="180" /></p>
<p>Saya yakin belum banyak yang tahu apa itu <a href="http://cakephp.org/" target="_blank">CakePHP</a>. Hal ini wajar mengingat istilah ini baru muncul sekitar tahun 2005. Sesuai dengan namanya, CakePHP merupakan framework pemrograman web berbasis PHP. Berikut ini pernyataan yang dikutip dari situs CakePHP.Org.</p>
<p><em>&#8220;CakePHP is a rapid development framework for PHP that provides an extensible architecture for developing, maintaining, and deploying applications. Using commonly known design patterns like MVC and ORM within the convention over configuration paradigm, CakePHP reduces development costs and helps developers write less code.&#8221;</em></p>
<p><span id="more-261"></span></p>
<p>CakePHP berawal dari sebuah framework kecil yang ditulis oleh Michal Tatarynowicz pada tahun 2005. Ia lalu mempublikasikan proyek tersebut di Internet. Hal ini ternyata mendapat tanggapan yang cukup bagus dari komunitas dan banyak yang tertarik untuk ikut mengembangkannya. Akhirnya proyek ini diberi nama CakePHP.</p>
<p>Ide dasar dari CakePHP ini adalah Ruby on Rails, suatu framework pemrograman web yang menggunakan bahasa Ruby. Dan seperti halnya beberapa framework web lainnya, CakePHP juga memakai arsitektur <a href="http://wikipedia.com/wiki/Model-view-controller" target="_blank">MVC (Model View Controller)</a>.</p>
<p>Berikut ini fitur-fitur yang dimiliki CakePHP:</p>
<ul>
<li>Model, View, Controller Architecture</li>
<li>Application Scaffolding</li>
<li>Code generation via Bake</li>
<li>Helpers for HTML, Forms, Pagination, AJAX, Javascript, XML, RSS and more</li>
<li>Access Control Lists and Authentication</li>
<li>Simple yet extensive validation of model data</li>
<li>Router for mapping urls and handling extensions</li>
<li>Security, Session, and RequestHandler Components</li>
<li>Utility classes for working with Files, Folders, Arrays and more</li>
</ul>
<p>Sumber bacaan:</p>
<ul>
<li><a href="http://cakephp.org/" target="_blank">CakePHP.Org</a></li>
<li><a href="http://bakery.cakephp.org/" target="_blank">Cake Bakery</a></li>
<li><a href="http://book.cakephp.org/" target="_blank">Cookbook</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sorsawo.com/journal/mencicipi-lezatnya-cakephp/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Membangun Toko Online Dengan WordPress (3)</title>
		<link>http://www.sorsawo.com/journal/membangun-toko-online-dengan-wordpress-3</link>
		<comments>http://www.sorsawo.com/journal/membangun-toko-online-dengan-wordpress-3#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 05:03:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[WordPress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sorsawo.com/journal/?p=257</guid>
		<description><![CDATA[Saat proses aktivasi, otomatis plugin WP e-Commerce ini akan menambahkan empat pages, yaitu Products Page, Verify Your Order, Transaction Results dan Your Account.
Kita bisa melihatnya di bagian Manage Pages seperti gambar di bawah ini.


Selain itu pada bagian Dashboard, kita juga bisa melihat statistik transaksi dari toko online yang kita bangun.

Berhubung belum ada transaksi sama sekali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat proses aktivasi, otomatis plugin WP e-Commerce ini akan menambahkan empat <em>pages</em>, yaitu <strong>Products Page</strong>, <strong>Verify Your Order</strong>, <strong>Transaction Results</strong> dan <strong>Your Account.</strong></p>
<p>Kita bisa melihatnya di bagian <strong>Manage Pages</strong> seperti gambar di bawah ini.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-258" title="manage-pages" src="http://www.sorsawo.com/journal/wp-content/uploads/2008/06/manage-pages.png" alt="manage-pages" width="470" height="200" /></p>
<p><span id="more-257"></span></p>
<p>Selain itu pada bagian <strong>Dashboard</strong>, kita juga bisa melihat statistik transaksi dari toko online yang kita bangun.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-259" title="e-commerce-statistik" src="http://www.sorsawo.com/journal/wp-content/uploads/2008/06/e-commerce-statistik.png" alt="e-commerce-statistik" width="220" height="140" /></p>
<p>Berhubung belum ada transaksi sama sekali maka statistik di atas menunjukkan angka IDR 0.00 (rupiah).</p>
<p>Sekalipun sudah ada pages default yang dibuat oleh plugin ini saat aktivasi (lihat gambar paling atas), kita juga bisa membuat pages sendiri. Caranya sama seperti kalau kita membuat pages biasa. Hanya saja kita perlu mengubah konfigurasi URL pada bagian <strong>Shopping Settings</strong>.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-260" title="url-setting" src="http://www.sorsawo.com/journal/wp-content/uploads/2008/06/url-setting.png" alt="url-setting" width="450" height="224" /></p>
<p>Kalau kita lihat di halaman <strong>Shopping Settings</strong>, di bagian bawah ada tampilan <strong>URL Settings</strong>. Disitulah kita bisa mengubah setting URL sesuai dengan pages yang kita buat.</p>
<p>Apabila theme yang kita pakai mendukung pemakaian widgets, plugin WP e-Commerce ini juga menyediakan sejumlah widgets siap pakai yang bisa kita pasang di sidebar.</p>
<p>Berikut ini daftar widgets yang disediakan oleh WP e-Commerce:</p>
<ul>
<li>Product Tags</li>
<li>Donations</li>
<li>Product Specials</li>
<li>Latest Products</li>
<li>Price Range</li>
<li>Admin Menu</li>
<li>Shopping Cart</li>
<li>Product Groups</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sorsawo.com/journal/membangun-toko-online-dengan-wordpress-3/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Membangun Toko Online Dengan WordPress (2)</title>
		<link>http://www.sorsawo.com/journal/membangun-toko-online-dengan-wordpress-2</link>
		<comments>http://www.sorsawo.com/journal/membangun-toko-online-dengan-wordpress-2#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 14:22:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[WordPress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sorsawo.com/journal/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[Tentunya plugin WP e-Commerce ini hanya bisa dipakai apabila kita memiliki blog/website dengan domain dan hosting sendiri. Kenapa seperti itu? Karena kita tidak bisa menginstall plugin sesuka kita jika menggunakan layanan blog gratisan.
Anggaplah sekarang ini kita sudah memiliki blog atau website dengan platform WordPress. Langkah selanjutnya agar bisa men-setup toko online di blog kita adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tentunya plugin WP e-Commerce ini hanya bisa dipakai apabila kita memiliki blog/website dengan domain dan hosting sendiri. Kenapa seperti itu? Karena kita tidak bisa menginstall plugin sesuka kita jika menggunakan layanan blog gratisan.</p>
<p>Anggaplah sekarang ini kita sudah memiliki blog atau website dengan platform WordPress. Langkah selanjutnya agar bisa men-setup toko online di blog kita adalah sebagai berikut:</p>
<p><strong>1. Download dan install plugin WP e-Commerce.</strong></p>
<p>Versi terakhir saat artikel ini ditulis adalah versi 3.6.6. Kita bisa mendownload versi Lite dari WP e-Commerce di <a href="http://downloads.wordpress.org/plugin/wp-e-commerce.3.6.6.zip" target="_blank">sini</a>. Setelah didownload, ekstrak file zip tersebut dan letakkan pada direktori wp-content/plugins.</p>
<p><span id="more-254"></span></p>
<p><strong>2. Aktifkan plugin</strong></p>
<p>Jika belum login, silakan Anda login ke bagian administrator (pakai user dengan role administrator). Klik menu <strong>Plugins</strong> untuk menampilkan daftar plugin yang telah terpasang. Berikut ini contoh gambar setting Plugin Management.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-255" title="plugin-management" src="http://www.sorsawo.com/journal/wp-content/uploads/2008/06/plugin-management.jpg" alt="plugin-management" width="500" height="302" /></p>
<p>Klik <strong>Activate</strong> untuk mengaktifkan plugin WP Shopping Cart. Sekedar catatan, meskipun di situs asalnya disebutkan WP e-Commerce tetapi pada file yang didownload ternyata nama plugin-nya WP Shopping Cart.</p>
<p><strong>3. WP e-Commerce Options</strong></p>
<p>Apabila proses aktivasi sukses, di bagian administrasi WordPress akan nampak menu seperti gambar di bawah ini.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-256" title="menu_plugin_wp_ecommerce" src="http://www.sorsawo.com/journal/wp-content/uploads/2008/06/menu_plugin_wp_ecommerce.png" alt="menu_plugin_wp_ecommerce" width="500" height="71" /></p>
<p>Kita bisa mengkonfigurasi toko online kita melalui menu e-Commerce yang ada pada bagian administrator seperti gambar di atas.</p>
<p>Berikut ini daftar submenu dari e-Commerce Options:</p>
<ul>
<li>Purchase Log</li>
<li>Products</li>
<li>Product Groups</li>
<li>Variations</li>
<li>Marketing</li>
<li>Payment Options</li>
<li>Shop Settings</li>
<li>Checkout Options</li>
<li>Help/Upgrade</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sorsawo.com/journal/membangun-toko-online-dengan-wordpress-2/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Membangun Toko Online Dengan WordPress (1)</title>
		<link>http://www.sorsawo.com/journal/membangun-toko-online-dengan-wordpress-1</link>
		<comments>http://www.sorsawo.com/journal/membangun-toko-online-dengan-wordpress-1#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 14:28:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[WordPress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sorsawo.com/journal/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[WordPress merupakan software blogging yang paling populer saat ini. Hal ini tidak lepas dari kemudahan dan fleksibilitas yang dimiliki oleh WordPress. WordPress memang dikenal sebagai software blog, namun bukan berarti WordPress tidak bisa dipakai untuk keperluan lain.
Selain untuk blog, banyak juga yang memanfaatkan WordPress sebagai CMS (Content Management System). Bahkan tidak sedikit yang membangun toko [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>WordPress merupakan software blogging yang paling populer saat ini. Hal ini tidak lepas dari kemudahan dan fleksibilitas yang dimiliki oleh WordPress. WordPress memang dikenal sebagai software blog, namun bukan berarti WordPress tidak bisa dipakai untuk keperluan lain.</p>
<p>Selain untuk blog, banyak juga yang memanfaatkan WordPress sebagai CMS (Content Management System). Bahkan tidak sedikit yang membangun toko online (online store) dengan WordPress.</p>
<p><span id="more-252"></span></p>
<p>Jika Anda tertarik untuk membangun toko online dengan WordPress, Anda bisa memanfaatkan plugin WP e-Commerce yang dibuat oleh <a href="http://www.instinct.co.nz/" target="_blank">Instinct Entertainment</a>. Plugin ini cukup handal dan memiliki beberapa fitur yang cukup menarik.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-253" title="e-commerce" src="http://www.sorsawo.com/journal/wp-content/uploads/2008/06/e-commerce.jpg" alt="WP e-Commerce" width="140" height="124" /></p>
<p>Berikut ini beberapa fitur yang dimiliki oleh WP e-Commerce:</p>
<ul>
<li>Search Engine Optimization</li>
<li>AJAX (Asynchronous JavaScript and XML)</li>
<li>Tersedia modul untuk sistem keanggotaan (membership)</li>
<li>Jumlah produk bisa diupload tidak dibatasi</li>
<li>Mendukung PayPal dan Google Checkout</li>
<li>Bisa diintegrasikan dengan situs social networking</li>
<li>Shopping cart</li>
<li>Widget, dan masih banyak lagi yang lainnya</li>
</ul>
<p>Plugin WP e-Commerce ini bisa dipakai secara gratis meskipun untuk keperluan komersial. Ada dua versi yang disediakan yaitu versi Lite dan Gold. Versi Lite bisa didownload secara gratis, sedangkan versi Gold dijual dengan harga $15.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sorsawo.com/journal/membangun-toko-online-dengan-wordpress-1/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Menggunakan Opera Web Browser</title>
		<link>http://www.sorsawo.com/journal/tips-menggunakan-opera-web-browser</link>
		<comments>http://www.sorsawo.com/journal/tips-menggunakan-opera-web-browser#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 07:25:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Software]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sorsawo.com/journal/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[Opera bisa menjadi browser yang menyenangkan apabila kita tahu tips dan triknya. Kalau kita eksplorasi lebih dalam sebenarnya banyak sekali perintah tersembunyi yang bisa kita optimalkan.
Berikut ini tips dan trik bagaimana cara memakai Opera:
1. Ctrl - T
Seperti halnya Firefox, Opera juga 	memiliki fitur tab page yang memungkinkan kita untuk membuka 	beberapa halaman web dalam satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Opera bisa menjadi browser yang menyenangkan apabila kita tahu tips dan triknya. Kalau kita eksplorasi lebih dalam sebenarnya banyak sekali perintah tersembunyi yang bisa kita optimalkan.</p>
<p>Berikut ini tips dan trik bagaimana cara memakai Opera:</p>
<p><strong>1. Ctrl - T</strong></p>
<p>Seperti halnya Firefox, Opera juga 	memiliki fitur tab page yang memungkinkan kita untuk membuka 	beberapa halaman web dalam satu window. Jika kita ingin membuka tab 	baru kita bisa menggunakan kombinasi tombol Ctrl - T.</p>
<p><span id="more-251"></span></p>
<p><strong>2. Ctrl - W</strong></p>
<p>Ingin menutup  halaman web yang saat ini sedang kita buka? Gampang sekali. Tekan saja tombol Ctrl - W, maka tab yang sedang kita buka akan tertutup.</p>
<p><strong>3. Shift - Klik</strong></p>
<p>Coba Anda klik link yang ada di suatu 	halaman web sambil menekan tombol Shift. Apa yang akan terjadi? Halaman web yang kita klik akan segera muncul dengan tab baru.</p>
<p><strong>4. Ctrl - Enter</strong></p>
<p>Hanya dengan mengetikkan nama website (tanpa www dan .com) kita bisa segera membuka halaman website tersebut. Caranya tekan tombol Ctrl dan Enter setelah mengetikkan alamat website tersebut.</p>
<p><strong>5. Ctrl - D</strong></p>
<p>Kita bisa mem-bookmark sebuah halaman 	web secara cepat dengan menekan tombol Ctrl - D. Maka kotak dialog 	Add Bookmark akan segera muncul.</p>
<p><strong>6. Backspace</strong></p>
<p>Tekan tombol Backspace jika Anda ingin 	kembali ke halaman yang Anda kunjungi sebelumnya.</p>
<p><strong>7. F8 dan Shift - F8</strong></p>
<p>Anda tahu apa fungsi tombol F8 di 	Opera web browser? Coba Anda tekan F8. Bagaimana apabila 	dikombinasikan dengan tombol Shift?</p>
<p>F8 dipakai untuk meletakkan 	kursor di bagian Address Bar. Sedangkan Shift - F8 dipakai untuk 	meletakkan kursor di kotak Search.</p>
<p><strong>8. Ctrl - Alt - W</strong></p>
<p>Bayangkan saat ini Anda telah membuka 	banyak sekali tab yang berisi halaman web yang telah Anda jelajahi. 	Bagaimana cara menutup semua tab tersebut? Apakah menggunakan tombol 	Ctrl - W atau mouse?</p>
<p>Ya, itu bisa dilakukan tapi tidak praktis, karena yang tertutup hanya satu tab 	saja. Lalu bagaimana? Gunakanlah kombinasi tombol Ctrl - Alt - W 	maka semua tab akan tertutup secara otomatis.</p>
<p><strong>9. Ctrl - Tab</strong></p>
<p>Gunakan tombol Ctrl - Tab jika Anda 	ingin berpindah antar tab. Lebih praktis daripada memakai mouse.</p>
<p><strong>10. Ctrl - Q</strong></p>
<p>Selain menggunakan menu biasa (File - Exit), Anda bisa menggunakan kombinasi tombol Ctrl - Q untuk menutup aplikasi browser Opera.</p>
<p>Itulah beberapa tips sederhana yang bisa kita pakai di browser Opera. Selamat mencoba!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sorsawo.com/journal/tips-menggunakan-opera-web-browser/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Meningkatkan Kinerja OpenOffice.org</title>
		<link>http://www.sorsawo.com/journal/meningkatkan-kinerja-openofficeorg</link>
		<comments>http://www.sorsawo.com/journal/meningkatkan-kinerja-openofficeorg#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 00:40:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Software]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sorsawo.com/journal/?p=247</guid>
		<description><![CDATA[OpenOffice.org merupakan salah satu software office yang cukup handal dan stabil, tidak kalah bila dibandingkan dengan MS Office yang dikembangkan oleh Microsoft.
OpenOffice.org ini merupakan free software dan dapat kita download secara gratis dari situs resminya. Akan tetapi sayangnya OpenOffice.org ini lebih lambat kinerjanya karena secara default ia mengeksekusi JRE (Java Runtime Environment) pada saat startup.

Berikut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>OpenOffice.org merupakan salah satu software office yang cukup handal dan stabil, tidak kalah bila dibandingkan dengan MS Office yang dikembangkan oleh Microsoft.</p>
<p>OpenOffice.org ini merupakan free software dan dapat kita download secara gratis dari situs resminya. Akan tetapi sayangnya OpenOffice.org ini lebih lambat kinerjanya karena secara default ia mengeksekusi JRE (Java Runtime Environment) pada saat startup.</p>
<p><span id="more-247"></span></p>
<p>Berikut ini beberapa tips sederhana yang bisa kita terapkan agar OpenOffice.org bisa bekerja secara cepat:</p>
<p><strong>1. Matikan fitur JRE (Java Runtime Environment).</strong></p>
<p>Fitur JRE ini berfungsi untuk mengakses database dan beberapa fungsi wizard yang hampir tidak pernah kita pakai. Jadi sebaiknya fitur tersebut kita matikan saja daripada menghabiskan memori.</p>
<p><a href="http://www.sorsawo.com/journal/wp-content/uploads/2008/06/java.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-248" style="border: 0pt none;" title="java" src="http://www.sorsawo.com/journal/wp-content/uploads/2008/06/java-300x156.png" alt="JRE Options" width="300" height="156" /></a></p>
<p>Caranya sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Klik menu <strong>Tools &gt; Options</strong> untuk membuka kotak dialog <strong>Options</strong>.</li>
<li>Klik tab <strong>OpenOffice.org &gt; Java</strong>.</li>
<li>Hilangkan tanda centang pada <strong>Use a Java runtime environment</strong>.</li>
</ul>
<p><strong>2. Setting memori</strong></p>
<p>Klik tab <strong>OpenOffice.org &gt; Memory</strong> pada kotak dialog Options. Ubah setting memori yang digunakan OpenOffice.org menjadi seperti berikut ini:</p>
<ul>
<li>Set <strong>Undo</strong> menjadi 20 atau 30.</li>
<li>Set <strong>Use for OpenOffice.org </strong>menjadi 128 MB</li>
<li>Set <strong>Memory per object</strong> menjadi 20MB</li>
<li>Set <strong>Cache for inserted objects</strong> menjadi 20</li>
<li>Beri tanda centang pada <strong>OpenOffice.org Quickstarter</strong></li>
</ul>
<p><a href="http://www.sorsawo.com/journal/wp-content/uploads/2008/06/memori.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-249" style="border: 0pt none;" title="memori" src="http://www.sorsawo.com/journal/wp-content/uploads/2008/06/memori-300x156.png" alt="Memory Options" width="300" height="156" /></a></p>
<p><strong>3. Fitur Online Update</strong></p>
<p>Jika dipakai fitur ini sebaiknya dimatikan saja. Klik tab <strong>OpenOffice.org &gt; Online Update</strong> pada kotak dialog Options. Hilangkan tanda centang pada <strong>Check for updates automatically</strong>.</p>
<p><strong>4. Writing aids</strong></p>
<p>Jika kita tidak pernah memakai fasilitas <strong>Writing aids</strong> (misalnya spellchecker) sebaiknya fitur tersebut dimatikan saja. Klik tab <strong>OpenOffice.org &gt; Language Settings &gt; Writing aids</strong> pada kotak dialog Options.</p>
<p>Hilangkan tanda centang pada setting tersebut seperti gambar di bawah ini.</p>
<p><a href="http://www.sorsawo.com/journal/wp-content/uploads/2008/06/writing-aids.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-250" style="border: 0pt none;" title="writing-aids" src="http://www.sorsawo.com/journal/wp-content/uploads/2008/06/writing-aids-300x156.png" alt="writing-aids" width="300" height="156" /></a></p>
<p>(Artikel ini bersumber dari http://www.zolved.com dan beberapa sumber lainnya)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sorsawo.com/journal/meningkatkan-kinerja-openofficeorg/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pilih Desktop atau Web Application</title>
		<link>http://www.sorsawo.com/journal/pilih-desktop-atau-web-application</link>
		<comments>http://www.sorsawo.com/journal/pilih-desktop-atau-web-application#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jun 2008 05:53:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Programming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sorsawo.com/journal/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[Dulu sebelum teknologi World Wide Web menjadi populer seperti sekarang ini, jika kita ingin mengembangkan software, yang terlintas di benak kita pastilah aplikasi desktop.
Namun kini tidak hanya desktop saja. Ada banyak alternatif yang bisa kita ambil. Misalnya saja aplikasi berbasis web atau yang biasa dikenal dengan sebutan web application.
Dengan perkembangan teknik AJAX yang kian canggih, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dulu sebelum teknologi World Wide Web menjadi populer seperti sekarang ini, jika kita ingin mengembangkan software, yang terlintas di benak kita pastilah aplikasi desktop.</p>
<p>Namun kini tidak hanya desktop saja. Ada banyak alternatif yang bisa kita ambil. Misalnya saja aplikasi berbasis web atau yang biasa dikenal dengan sebutan web application.</p>
<p>Dengan perkembangan teknik AJAX yang kian canggih, kini kita bisa mengembangkan aplikasi web dengan mudah dan cepat. Tidak hanya itu, saat ini aplikasi web yang dikembangkan dengan AJAX merupakan pesaing berat bagi software desktop.</p>
<p><span id="more-245"></span></p>
<p>Anda tahu Google? Google merupakan perusahaan dotcom yang paling gencar dalam mengembangkan aplikasi berbasis web. Banyak sekali web application yang sukses dikembangkan oleh Google.</p>
<p>Kebanyakan aplikasi yang dibuat oleh Google memakai teknik AJAX di dalamnya. Misalnya saja GMail, Google Docs dan Google Calendar.</p>
<p>Apa saja keunggulan web application dibandingkan desktop application?</p>
<p><strong>Platform Sistem Operasi</strong></p>
<p>Web application adalah aplikasi yang berjalan di browser. Itu berarti hampir semua platform sistem operasi memungkinkan untuk menjalankan aplikasi web. Hanya diperlukan sebuah browser untuk menjalankannya.</p>
<p>Apakah aplikasi desktop hanya bisa dijalankan di satu platform saja? Tidak juga. Anda tahu bahasa Java? Java merupakan bahasa pemrograman yang bisa dipakai untuk mengembangkan aplikasi desktop yang bersifat multiplatform.</p>
<p>Namun Java ini memiliki kelemahan, yaitu membutuhkan resource CPU dan memori yang sangat besar. Itu sebabnya aplikasi desktop dengan bahasa Java kurang begitu populer.</p>
<p><strong>Distribusi Aplikasi</strong></p>
<p>Aplikasi desktop harus diinstall satu persatu di komputer yang dipakai untuk menjalankan aplikasi tersebut. Tidak demikian halnya dengan aplikasi web. Aplikasi web hanya perlu dipasang di web server saja. Sedangkan di sisi client/pengguna hanya perlu web browser untuk mengaksesnya.</p>
<p>Selain itu apabila di kemudian hari terjadi perubahan atau update terhadap aplikasi, yang perlu diperbarui hanya aplikasi di komputer server saja. Jadi lebih mudah dalam maintenance.</p>
<p><strong>Kecepatan Akses</strong></p>
<p>Aplikasi desktop lebih cepat dibandingkan dengan aplikasi web. Itu jelas, karena aplikasi desktop berjalan di komputer lokal. Namun dengan adanya AJAX, kecepatan akses aplikasi berbasis web bisa meningkat cukup signifikan, tidak kalah dengan aplikasi desktop.</p>
<p>Apakah itu berarti kita tidak memerlukan aplikasi desktop lagi?</p>
<p>Jelas kita masih memerlukannya. Ada beberapa fungsi desktop yang tidak bisa digantikan dengan aplikasi web. Contohnya web browser. Bisakah membuat browser yang berbasis web? Rasanya kok susah sekali.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sorsawo.com/journal/pilih-desktop-atau-web-application/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Praktis Untuk Mengecek Status Suatu Proses</title>
		<link>http://www.sorsawo.com/journal/tips-praktis-untuk-mengecek-status-suatu-proses</link>
		<comments>http://www.sorsawo.com/journal/tips-praktis-untuk-mengecek-status-suatu-proses#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 15:56:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Command Line]]></category>

		<category><![CDATA[Sysadmin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sorsawo.com/journal/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[Linux mempunyai sebuah perintah yang bisa kita pakai untuk mengetahui detail semua proses yang sedang berjalan pada komputer kita. Perintah tersebut adalah ps. Contoh penggunaannya adalah sebagai berikut:

Pada contoh di atas terlihat bahwa output dari perintah ps adalah tabel yang terdiri dari beberapa field.

Berikut ini field-field yang biasanya muncul pada penggunaan perintah ps:

USER atau UID: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Linux mempunyai sebuah perintah yang bisa kita pakai untuk mengetahui detail semua proses yang sedang berjalan pada komputer kita. Perintah tersebut adalah <strong>ps</strong>. Contoh penggunaannya adalah sebagai berikut:</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-237" title="ps_au" src="http://www.sorsawo.com/journal/wp-content/uploads/2008/06/ps_au.jpg" alt="ps_au" width="446" height="292" /></p>
<p>Pada contoh di atas terlihat bahwa output dari perintah <strong>ps </strong>adalah tabel yang terdiri dari beberapa field.</p>
<p><span id="more-236"></span></p>
<p>Berikut ini field-field yang biasanya muncul pada penggunaan perintah <strong>ps</strong>:</p>
<ul>
<li><strong>USER</strong> atau <strong>UID</strong>: User yang menjalankan proses</li>
<li><strong>PID</strong>: ID dari suatu proses</li>
<li><strong>%CPU</strong>: Besar prosentase CPU yang dipakai oleh suatu proses</li>
<li><strong>%MEM</strong>: Besar prosentase memori yang dipakai oleh suatu proses</li>
<li><strong>SIZE</strong> atau <strong>VSZ</strong>: Besar virtual memori yang dipakai oleh suatu proses (dalam kilobyte)</li>
<li><strong>RSS</strong>: Resident Set Size atau besar memori sebenarnya yang dipakai oleh suatu proses (dalam kilobyte)</li>
<li><strong>TTY</strong>: Terminal yang digunakan oleh suatu proses</li>
<li><strong>STAT</strong>: Status dari suatu proses. Beberapa karakter yang digunakan adalah:
<ul>
<li><strong>R</strong> (Run atau berjalan)</li>
<li><strong>S</strong> (Sleeping)</li>
<li><strong>I</strong> (Idle)</li>
<li><strong>Z</strong> (Zombie)</li>
<li><strong>D</strong> (Disk wait)</li>
<li><strong>P</strong> (Page wait)</li>
<li><strong>W</strong> (Swapped Out)</li>
<li><strong>N</strong> (prioritasnya kecil dengan menggunakan nice)</li>
<li><strong>T</strong> (Terminated)</li>
</ul>
</li>
<li><strong>START</strong>: Waktu mulai atau tanggal mulai suatu proses</li>
<li><strong>TIME</strong>: Total besar waktu CPU yang dipakai oleh suatu proses</li>
<li><strong>COMMAND</strong>: Perintah yang dieksekusi oleh suatu proses</li>
</ul>
<p>Ada beberapa argumen yang bisa kita sertakan dalam perintah <strong>ps</strong>, yaitu:</p>
<ul>
<li><strong>a</strong>: Untuk menunjukkan proses yang dijalankan oleh seluruh user</li>
<li><strong>c</strong>: Untuk menunjukkan variabel lingkungan suatu proses setelah proses tersebut mengeksekusi suatu perintah</li>
<li><strong>l</strong>: Untuk menunjukkan output dalam format memanjang</li>
<li><strong>u</strong>: Untuk menunjukkan user yang menjalankan suatu proses dan juga waktunya</li>
<li><strong>w</strong>: Untuk menunjukkan output dalam format melebar</li>
<li><strong>txx</strong>: Untuk menunjukkan proses yang berasosiasi dengan device ttyxx</li>
<li><strong>x</strong>: Untuk menunjukkan proses tanpa mengontrol tty</li>
</ul>
<p>Contoh penggunaannya bisa dilihat pada gambar diatas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sorsawo.com/journal/tips-praktis-untuk-mengecek-status-suatu-proses/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>URL Rewriting Ala WordPress (Bagian 1)</title>
		<link>http://www.sorsawo.com/journal/url-rewriting-ala-wordpress-bagian-1</link>
		<comments>http://www.sorsawo.com/journal/url-rewriting-ala-wordpress-bagian-1#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 00:18:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyu Wibowo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Apache]]></category>

		<category><![CDATA[Programming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sorsawo.com/journal/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[Melanjutkan tulisan saya terdahulu tentang Panduan URL Rewriting, saya ingin mengulas sedikit tentang metode URL rewriting yang dipakai oleh WordPress dan juga beberapa CMS lainnya. Di WordPress, mereka menyebutnya dengan istilah permalink (dan slug).
Agar lebih jelas tulisan ini akan saya pecah menjadi beberapa bagian. Saya belum bisa memastikan akan menjadi berapa bagian. Silakan Anda ikuti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Melanjutkan tulisan saya terdahulu tentang <a href="http://www.sorsawo.com/journal/panduan-url-rewriting" target="_blank">Panduan URL Rewriting</a>, saya ingin mengulas sedikit tentang metode <em>URL rewriting</em> yang dipakai oleh WordPress dan juga beberapa CMS lainnya. Di WordPress, mereka menyebutnya dengan istilah <em>permalink</em> (dan slug).</p>
<p>Agar lebih jelas tulisan ini akan saya pecah menjadi beberapa bagian. Saya belum bisa memastikan akan menjadi berapa bagian. Silakan Anda ikuti saja terus pembahasannya di blog ini.</p>
<p>Kalau kita lihat struktur URL Rewriting yang dipakai oleh WordPress (dan beberapa CMS lain) sepertinya sangat sederhana. Ya, memang benar aturannya teramat sangat pendek dan sederhana. Hanya terdiri dari beberapa baris saja.</p>
<p><span id="more-233"></span></p>
<p>Akan tetapi coba Anda tengok source code pemrogramannya. Sangat rumit dan kompleks sekali. Banyak sekali aturan-aturan <em>regular expression</em> yang dipakai.</p>
<p>Berikut ini adalah cuplikan file .htaccess yang dibuat oleh WordPress:</p>
<div class="syntax_hilite">
<div id="code-2">
<div class="code" style="font-family: monospace;"># BEGIN WordPress<br />
&lt;IfModule mod_rewrite.<span style="">c</span>&gt;<br />
RewriteEngine On<br />
RewriteBase /<br />
RewriteCond %<span style="color:#006600; font-weight:bold;">&#123;</span>REQUEST_FILENAME<span style="color:#006600; font-weight:bold;">&#125;</span> !-f<br />
RewriteCond %<span style="color:#006600; font-weight:bold;">&#123;</span>REQUEST_FILENAME<span style="color:#006600; font-weight:bold;">&#125;</span> !-d<br />
RewriteRule . /index.<span style="">php</span> <span style="color:#006600; font-weight:bold;">&#91;</span>L<span style="color:#006600; font-weight:bold;">&#93;</span><br />
&lt;/IfModule&gt;<br />
# END WordPress</div>
</div>
</div>
<p></p>
<p>Isi file .htaccess di WordPress akan berisi baris-baris seperti di atas, apabila kita mengeset <strong>Permalinks </strong>dibagian <strong>Settings</strong>. Gambar di bawah ini adalah cuplikannya.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-234" title="permalink" src="http://www.sorsawo.com/journal/wp-content/uploads/2008/05/permalink.jpg" alt="permalink" width="450" height="45" /></p>
<p>Mungkin Anda bertanya-tanya, kenapa aturan yang diterapkan di dalam file .htaccess sangat berbeda dengan tulisan sebelumnya.</p>
<p>Seperti yang Anda lihat pada cuplikan source file htaccess diatas, WordPress menggunakan fungsi <strong>RewriteCond</strong> dan <strong>RewriteRule</strong> untuk mengarahkan URL ke halaman web yang sesungguhnya.</p>
<p>Maksud dari kedua pernyataan <strong>RewriteCond</strong> diatas adalah jika request yang diterima bukan berupa file atau direktori maka request tersebut akan diteruskan ke file index.php.</p>
<p>Nah, selanjutnya oleh class <strong>WP_Rewrite</strong> (ada di <em>wp-include/rewrite.php</em> yang di-include di file index.php) request tersebut akan diperiksa dan diarahkan ke halaman web yang dimaksud.</p>
<p>Tambah bingung? Tenang saja, pada tulisan mendatang akan saya jelaskan lebih detil lagi apa makna dari struktur di atas. Untuk sementara itu dulu dan tunggu pembahasan selanjutnya di blog ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sorsawo.com/journal/url-rewriting-ala-wordpress-bagian-1/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
