Oleh: Wahyu Wibowo |
January 27th, 2010 |
Pada artikel yang lalu kita telah membahas beberapa contoh pemakaian file .htaccess untuk mengontrol akses direktori, membuat custom error document, serta menampilkan isi direktori pada website. Selain itu kita juga sudah membahas sedikit tentang teknik melakukan URL Rewriting menggunakan file .htaccess.
Nah, kali ini kita akan membicarakan lebih jauh teknik URL Rewriting yang jauh lebih kompleks dan tentunya lebih sulit dibandingkan dengan contoh-contoh sebelumnya. Biar lebih cepat mengerti, saya sarankan agar Anda membaca sambil mempraktikkan contoh yang ada di artikel ini.
Baca Lanjutannya
Oleh: Wahyu Wibowo |
January 25th, 2010 |
Siapa sih yang tidak kenal dengan Facebook? Boleh dibilang hampir semua pengguna Internet, terutama kalangan anak muda memiliki account di Facebook. Ya, Facebook kini telah menjelma menjadi situs social networking terpopuler di Internet.
Dibandingkan dengan para pesaingnya, Facebook mempunyai fitur yang cukup lengkap dan jauh lebih menarik. Facebook juga mendukung berbagai bahasa sehingga memudahkan penggunanya yang tidak begitu familiar dengan bahasa Inggris.
Baca Lanjutannya
Oleh: Wahyu Wibowo |
January 22nd, 2010 |
Melanjutkan pembahasan Tips dan Trik URL Rewriting (bag. 1 dan 2), sesuai dengan janji saya, pada tulisan kali ini saya akan membicarakan tentang penggunaan file .htaccess untuk Redirecting dan Rewriting. Kita akan mengupas habis kemampuan mod_rewrite dalam URL Rewriting.
Modul mod_rewrite adalah salah satu modul terdahsyat yang dimiliki oleh Apache. Dengan modul ini, kita bisa memanipulasi URL sesuai keperluan, misalnya mengubah struktur URL yang terlalu panjang menjadi lebih pendek, membuat URL yang disukai oleh search engine, merestrukturisasi URL dinamis menjadi flat link, mencegah hot-linking, dan sebagainya.
Baca Lanjutannya
Oleh: Wahyu Wibowo |
January 21st, 2010 |
Bagaimana cara untuk menampilkan komentar pada situs yang kita bangun dengan Joomla? Bagi user yang baru pertama kali mengenal Joomla tentu bingung kenapa Joomla tidak dilengkapi dengan sistem komentar seperti pada WordPress.
Memang benar, core Joomla tidak mempunyai fitur komentar di dalamnya. Oleh karena itu jika kita ingin menampilkan form komentar, maka kita harus menginstall plugin tambahan. Ada beberapa plugin yang bisa kita pakai, salah satunya yang cukup bagus dan gratis adalah !JoomlaComment.
Plugin !JoomlaComment ini memiliki lisensi GPL sehingga bisa kita manfaatkan secara bebas tanpa harus membelinya. Kabar baiknya, plugin ini mempunyai fitur yang cukup komplit serta tidak kalah dengan plugin lain yang sifatnya komersial sekalipun.
Baca Lanjutannya
Oleh: Wahyu Wibowo |
January 20th, 2010 |
Seperti yang pernah saya kemukakan pada bagian pertama dari Tips dan Trik URL Rewriting ini, kita bisa menuliskan server directive pada file .htaccess. Nah, pada tulisan kali ini saya akan membahas lebih detil apa saja yang bisa kita lakukan dengan file tersebut.
Pada awalnya .htaccess hanya dipakai untuk mengontrol akses pada direktori akan tetapi sekarang pemakaiannya sangat luas. Hampir semua directive yang biasanya terletak pada file konfigurasi httpd.conf bisa dipakai di file .htaccess. Hal inilah yang membuat kita bisa leluasa mengontrol website melalui file tersebut.
Baca Lanjutannya