JQuery memiliki cukup banyak fungsi yang berkaitan dengan request AJAX. Fungsi load() seperti yang telah kita bahas pada bagian pertama adalah salah satunya. Dibandingkan dengan fungsi lainnya, load() merupakan metode yang paling sederhana untuk mengambil data dari server.
Pada artikel tersebut saya memberikan contoh bagaimana cara memanggil fungsi load() dengan satu parameter saja yaitu URL. Ketika pernyataan $("#content").load("data.php") tersebut dieksekusi, server akan memberikan respon berupa status (success atau error) dan data yang diminta. Segera setelah respon diterima, fungsi load() akan mengupdate elemen dokumen web yang dimaksud.
Baca Lanjutannya
Setelah sekian lama ditunggu-tunggu, akhirnya pada tanggal 17 Juni 2010 kemarin WordPress secara resmi merilis software blogging-nya yang terbaru. WordPress 3.0 ini diberi nama “Thelonious” dan merupakan versi ketigabelas dari software yang diluncurkan oleh WordPress.
Sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan seharusnya software ini sudah dirilis pada bulan Mei lalu. Akan tetapi mengingat masih banyak kesalahan (bug) yang belum selesai diperbaiki, dengan terpaksa pengembang WordPress harus mengubah jadwal tersebut.
Baca Lanjutannya
Boleh dibilang saat ini hampir semua aplikasi berbasis web dikembangkan dengan teknologi AJAX. Google Docs adalah salah satu contohnya. Kalau kita lihat, sepintas tampilan interface-nya mirip sekali dengan aplikasi desktop. Kecepatannya dalam merespon permintaan data dari user pun cukup lumayan, tidak kalah bila dibandingkan dengan aplikasi desktop pada umumnya. Itu semua bisa terjadi berkat adanya teknologi AJAX.
Nah, pada artikel kali ini saya ingin sekali membahas secara lebih detail betapa mudahnya mengembangkan aplikasi web yang dilengkapi dengan fitur AJAX didalamnya menggunakan framework JQuery.
Baca Lanjutannya
Website itu ibaratnya adalah sebuah rumah di dunia maya. Nah, agar setiap pengunjung yang bertamu ke “rumah” kita tersebut merasa nyaman, kita harus selalu merawat website tersebut dengan sebaik-baiknya. Tak hanya itu kita juga perlu mengisinya dengan content yang bermanfaat bagi pengunjung sehingga pengunjung akan betah berlama-lama di website kita.
Sebagai pemilik website, kita tentu tidak ingin pengunjung yang datang hanya sekedar lewat saja lalu tak pernah berkunjung lagi ke situ. Setiap orang tentu menginginkan website miliknya ramai pengunjung, apalagi jika website tersebut merupakan situs e-commerce. Akan tetapi jika tidak dirawat dengan baik rasanya mustahil hal tersebut akan terwujud.
Baca Lanjutannya
jQuery UI adalah library open source yang menyediakan berbagai fungsi untuk memanipulasi tampilan (user interface) aplikasi web. Semua komponen pada jQuery UI dikembangkan menggunakan arsitektur jQuery. Dengan jQuery UI kita bisa membuat tampilan aplikasi yang interaktif dengan yang mudah dan cepat.
Secara keseluruhan ukuran library ini sangat besar, hampir mencapai 350 KB (versi 1.8.1). Apabila kita kompresi library tersebut ukurannya masih relatif besar, yaitu sekitar 200-an KB. Namun demikian, pada umumnya kita hanya memerlukan sebagian kecil saja dari library tersebut untuk membuat aplikasi web.
Baca Lanjutannya