Bisa dibilang mencetak dokumen pada aplikasi web itu kurang begitu populer. Pada umumnya aplikasi web dirancang untuk menangani pekerjaan yang sifatnya paperless, yang tidak memerlukan pencetakan dokumen secara langsung. Kalaupun ada fasilitas untuk mencetak, biasanya hanya berupa ekspor data dengan format tertentu, misalnya PDF, Excel, Doc dan sebagainya. Selanjutnya proses pencetakan dilakukan menggunakan perangkat lunak lain.
Pertanyaannya sekarang, mungkinkah kita mencetak dokumen (misalnya laporan) secara langsung dari aplikasi web, tanpa melalui menu Print pada web browser, atau menggunakan perangkat lunak lain?
Saya ambilkan contoh pada kasus aplikasi kasir seperti yang sering kita lihat di toko-toko swalayan atau pada aplikasi parkir kendaraan. Aplikasi-aplikasi semacam itu biasanya dikembangkan dengan platform desktop. Tentu sangat menarik jika kita bisa mengembangkan aplikasi semacam itu tapi berbasis web. Persoalannya adalah bagaimana menangani pencetakan dokumen seperti nota penjualan dan sebagainya? Kalau menggunakan menu Print pada web browser tentu kurang praktis.
Baca Lanjutannya
Beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis artikel seputar sitemap di blog ini yang intinya menyatakan bahwa sitemap itu mempunyai peran sangat penting dalam mempercepat proses indeks oleh search engine.
Terkait hal tersebut, pada tulisan kali ini saya ingin mengulas topik yang juga berhubungan dengan sitemap yaitu tentang ping. Apa itu ping? Ping yaitu suatu metode untuk memberitahukan kepada search engine bahwa telah terjadi update pada blog kita.
Baca Lanjutannya
Statistik menunjukkan bahwa Internet Explorer merupakan web browser yang paling banyak penggunanya di dunia. Apakah ini berarti bahwa Internet Explorer lebih aman dibandingkan dengan browser lainnya seperti Firefox, Opera dan Safari?
Boleh saja Internet Explorer mengklaim sebagai browser yang paling banyak dipakai orang, namun bukan berarti bahwa browser tersebut paling aman. Aspek keamanan bukanlah satu-satunya faktor yang menjadi pertimbangan kenapa orang lebih memilih suatu browser tertentu dan bukan browser lainnya. Masih banyak faktor lainnya misalnya saja kecepatan, tampilan antarmula, fitur yang diusung, kinerja dan sebagainya.
Baca Lanjutannya
Sedikit berbeda dengan pembahasan URL Rewriting sebelumnya (bagian 1, 2, 3 dan 4) yang lebih banyak menyoroti masalah struktur URL, kali ini saya ingin membahas penggunaan file .htaccess untuk memproteksi file seperti image, audio, atau dokumen lainnya agar tidak bisa diakses secara langsung dari situs lain.
Anda pernah mendengar istilah inline linking atau hot linking? Oke, kalau masih asing dengan istilah tersebut, berikut ini saya kutipkan pengertian apa itu inline linking yang saya ambil dari situs Wikipedia.
“Inline linking (also known as hotlinking, leeching, piggy-backing, direct linking, offsite image grabs) is the use of a linked object, often an image, from one site into a web page belonging to a second site. The second site is said to have an inline link to the site where the object is located.”
Baca Lanjutannya
Facebook memang fenomenal. Anda tentu masih ingat dengan pemberitaan kasus penculikan anak di bawah umur akibat perkenalan melalui Facebook beberapa waktu yang lalu. Ya, tanpa kita sadari kini hampir semua orang tahu apa itu Facebook gara-gara kasus tersebut.
Ditambah lagi dengan gencarnya beberapa operator telepon seluler memperkenalkan layanan berbasis Facebook menjadikan situs ini begitu populer tak hanya di kalangan anak muda, tapi juga para orang tua. Harus kita akui, Facebook memang berbeda dibandingkan situs jejaring sosial lainnya.
Mungkin kita tak pernah membayangkan sebelumnya bagaimana seorang tukang becak pun memanfaatkan Facebook untuk menggaet pelanggan, khususnya turis mancanegara. Saya tidak mengada-ada lho, ini adalah kenyataan. Kalau Anda menyaksikan acara e-LifeStyle di MetroTV beberapa hari yang lalu pasti percaya hal ini.
Baca Lanjutannya