Skip to content
Follow us on Twitter or subscribe to this
website by email or with the RSS feed

Teknik Dasar AJAX Dengan Mootools

Bagi Anda yang sering membuat aplikasi web, tentu tak asing lagi dengan library Yahoo User Interface (YUI) dan Google Web Toolkit (GWT). Keduanya merupakan framework yang cukup populer. Selain kedua framework tersebut, masih banyak framework AJAX lain yang bisa Anda temukan di Internet. Salah satunya yang akan dibahas di sini yaitu Mootools.

Sama seperti YUI dan GWT, Mootools ini juga framework AJAX yang berorientasi obyek, hanya saja lebih sederhana sintaksnya dan ukuran file library-nya lebih kecil. Joomla adalah contoh software open source yang menggunakan Mootools ini.

Library Mootools bisa didownload secara gratis dari situs berikut ini. Versi terakhir saat tulisan ini dibuat adalah versi 1.2.1.

Google AJAX Libraries API

Penggunaan library JavaScript seperti Yahoo UI dan jQuery untuk membangun aplikasi web di satu sisi memang praktis karena proses pengembangan aplikasi menjadi lebih mudah dan cepat. Jauh lebih cepat dibandingkan dengan kalau Anda membuat kode JavaScript dari nol.

Namun demikian bukan berarti bahwa hal tersebut tidak menimbulkan masalah baru. Persoalannya adalah ukuran library tersebut pada umumnya cukup besar. Tentu ini akan berpengaruh pada kecepatan aplikasi dan mengurangi jatah bandwidth.

Masalah lainnya Anda harus selalu mengupdate library tersebut jika versi terbarunya telah keluar. Versi terbaru ini biasanya berisi perbaikan atas bug pada versi sebelumnya. Tentu ini akan merepotkan jika Anda harus melakukan download dan update berulang kali.

Lalu bagaimana solusinya? Untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa memanfaatkan koleksi library yang ada di Google AJAX Libraries API.

Free AJAX Library

Terbayang nggak, bagaimana rasanya menulis kode JavaScript yang panjang dan rumit? Belum lagi masalah debugging pada JavaScript lebih sulit daripada bahasa pemrograman lainnya. Yang jelas, pekerjaan tersebut pasti sangat melelahkan dan membuat stress.

Namun demikian kita tidak bisa mengingkari bahwa JavaScript merupakan salah satu komponen dari AJAX. Jadi mau nggak mau kita pasti berurusan dengan bahasa pemrograman yang satu ini kalau kita ingin mengembangkan aplikasi berbasis AJAX.

Lalu bagaimana solusinya agar kita bisa membuat aplikasi web dengan fitur AJAX di dalamnya secara cepat dan mudah?

Perlukah Kita Memakai AJAX?

Popularitas AJAX menanjak seiring dengan perkembangan Web 2.0. Banyak sekali aplikasi web masa kini yang dikembangkan dengan teknologi AJAX. Misalnya saja Google Map, Google Suggest, Yahoo!, Flickr, GMail, dan sebagainya.

Yang menjadi pertanyaan, perlukah kita melengkapi website kita dengan fitur AJAX?

Boleh saja memakai AJAX, asal disesuaikan dengan tujuan dari website tersebut. Jangan sampai pemakaiannya justru merugikan kita sendiri. Kenapa bisa seperti itu? Ini semua terkait dengan karakteristik AJAX itu sendiri.

Apa Itu AJAX?

AJAX bukanlah bahasa pemrograman seperti halnya PHP, ASP, Java dan sebagainya, tapi hanya sebuah teknik untuk mengembangkan aplikasi web yang lebih interaktif, cepat dan responsif. AJAX sendiri adalah singkatan dari Asynchonous JavaScript and XML.

AJAX merupakan kombinasi dari beberapa teknologi web, yaitu:

HTML (HyperText Markup Language) JavaScript XML (eXtensible Markup Language) DHTML (Dynamic HTML) DOM (Document Object Model)

Transfer data antara browser dan web server (HTTP request) terjadi secara asynchronous. Hal inilah yang memungkinkan halaman web untuk me-request sejumlah kecil data dari server tanpa harus me-reload keseluruhan halaman web.