Oleh: Wahyu Wibowo |
November 18th, 2010 |
AJAX |
Selain dengan AJAX File Upload plugin, jQuery Form Plugin merupakan solusi lain yang layak kita pertimbangkan untuk mengupload file ke server. Plugin yang dikembangkan oleh Mike Alsup ini memiliki dua fungsi utama, yaitu ajaxForm dan ajaxSubmit. Keduanya bisa dipakai untuk menangani proses upload file dengan teknik AJAX.
Dibandingkan dengan AJAX File Upload seperti yang telah kita bahas pada artikel sebelumnya, jQuery Form Plugin memiliki beberapa keunggulan, yaitu diantaranya kita bisa menambahkan field lainnya dengan mudah seperti input teks, radiobutton, checkbox dan sebagainya.
Baca Lanjutannya
Oleh: Wahyu Wibowo |
October 14th, 2010 |
AJAX |
Masih ingat dengan pembahasan mengenai bagaimana cara mengupload file ke server beberapa waktu yang lalu? Nah, kali ini saya akan mengulas kembali topik tersebut, tetapi memakai cara yang lain yaitu dengan teknik AJAX.
AJAX merupakan singkatan dari Asynchronous JavaScript and XML. AJAX sendiri bukanlah teknologi pemrograman web yang berdiri sendiri tetapi kombinasi dari beberapa teknologi web yang sudah lebih dulu populer, yaitu XHTML/CSS, Document Object Model, XMLHttpRequest, dan JavaScript.
Nah, dengan AJAX ini kita bisa mengembangkan aplikasi web yang cepat dan responsif seperti halnya aplikasi desktop. Banyak sekali aplikasi modern yang dikembangkan dengan teknologi AJAX, misalnya saja Flickr, Facebook, Google Suggest, Google Docs, GMail dan Google Map.
Baca Lanjutannya
JQuery memiliki cukup banyak fungsi yang berkaitan dengan request AJAX. Fungsi load() seperti yang telah kita bahas pada bagian pertama adalah salah satunya. Dibandingkan dengan fungsi lainnya, load() merupakan metode yang paling sederhana untuk mengambil data dari server.
Pada artikel tersebut saya memberikan contoh bagaimana cara memanggil fungsi load() dengan satu parameter saja yaitu URL. Ketika pernyataan $("#content").load("data.php") tersebut dieksekusi, server akan memberikan respon berupa status (success atau error) dan data yang diminta. Segera setelah respon diterima, fungsi load() akan mengupdate elemen dokumen web yang dimaksud.
Baca Lanjutannya
Boleh dibilang saat ini hampir semua aplikasi berbasis web dikembangkan dengan teknologi AJAX. Google Docs adalah salah satu contohnya. Kalau kita lihat, sepintas tampilan interface-nya mirip sekali dengan aplikasi desktop. Kecepatannya dalam merespon permintaan data dari user pun cukup lumayan, tidak kalah bila dibandingkan dengan aplikasi desktop pada umumnya. Itu semua bisa terjadi berkat adanya teknologi AJAX.
Nah, pada artikel kali ini saya ingin sekali membahas secara lebih detail betapa mudahnya mengembangkan aplikasi web yang dilengkapi dengan fitur AJAX didalamnya menggunakan framework JQuery.
Baca Lanjutannya
Bagi Anda yang sering membuat aplikasi web, tentu tak asing lagi dengan library Yahoo User Interface (YUI) dan Google Web Toolkit (GWT). Keduanya merupakan framework yang cukup populer. Selain kedua framework tersebut, masih banyak framework AJAX lain yang bisa Anda temukan di Internet. Salah satunya yang akan dibahas di sini yaitu Mootools.
Sama seperti YUI dan GWT, Mootools ini juga framework AJAX yang berorientasi obyek, hanya saja lebih sederhana sintaksnya dan ukuran file library-nya lebih kecil. Joomla adalah contoh software open source yang menggunakan Mootools ini.
Library Mootools bisa didownload secara gratis dari situs berikut ini. Versi terakhir saat tulisan ini dibuat adalah versi 1.2.1.
Baca Lanjutannya