Sedikit berbeda dengan pembahasan URL Rewriting sebelumnya (bagian 1, 2, 3 dan 4) yang lebih banyak menyoroti masalah struktur URL, kali ini saya ingin membahas penggunaan file .htaccess untuk memproteksi file seperti image, audio, atau dokumen lainnya agar tidak bisa diakses secara langsung dari situs lain.
Anda pernah mendengar istilah inline linking atau hot linking? Oke, kalau masih asing dengan istilah tersebut, berikut ini saya kutipkan pengertian apa itu inline linking yang saya ambil dari situs Wikipedia.
“Inline linking (also known as hotlinking, leeching, piggy-backing, direct linking, offsite image grabs) is the use of a linked object, often an image, from one site into a web page belonging to a second site. The second site is said to have an inline link to the site where the object is located.”
Baca Lanjutannya
Pada artikel yang lalu kita telah membahas beberapa contoh pemakaian file .htaccess untuk mengontrol akses direktori, membuat custom error document, serta menampilkan isi direktori pada website. Selain itu kita juga sudah membahas sedikit tentang teknik melakukan URL Rewriting menggunakan file .htaccess.
Nah, kali ini kita akan membicarakan lebih jauh teknik URL Rewriting yang jauh lebih kompleks dan tentunya lebih sulit dibandingkan dengan contoh-contoh sebelumnya. Biar lebih cepat mengerti, saya sarankan agar Anda membaca sambil mempraktikkan contoh yang ada di artikel ini.
Baca Lanjutannya
Melanjutkan pembahasan Tips dan Trik URL Rewriting (bag. 1 dan 2), sesuai dengan janji saya, pada tulisan kali ini saya akan membicarakan tentang penggunaan file .htaccess untuk Redirecting dan Rewriting. Kita akan mengupas habis kemampuan mod_rewrite dalam URL Rewriting.
Modul mod_rewrite adalah salah satu modul terdahsyat yang dimiliki oleh Apache. Dengan modul ini, kita bisa memanipulasi URL sesuai keperluan, misalnya mengubah struktur URL yang terlalu panjang menjadi lebih pendek, membuat URL yang disukai oleh search engine, merestrukturisasi URL dinamis menjadi flat link, mencegah hot-linking, dan sebagainya.
Baca Lanjutannya
Seperti yang pernah saya kemukakan pada bagian pertama dari Tips dan Trik URL Rewriting ini, kita bisa menuliskan server directive pada file .htaccess. Nah, pada tulisan kali ini saya akan membahas lebih detil apa saja yang bisa kita lakukan dengan file tersebut.
Pada awalnya .htaccess hanya dipakai untuk mengontrol akses pada direktori akan tetapi sekarang pemakaiannya sangat luas. Hampir semua directive yang biasanya terletak pada file konfigurasi httpd.conf bisa dipakai di file .htaccess. Hal inilah yang membuat kita bisa leluasa mengontrol website melalui file tersebut.
Baca Lanjutannya
Apache mempunyai sebuah directive yang bisa dipakai untuk membuat seakan-akan ada banyak web server dengan alamat yang berbeda-beda pada satu server. Nama directive tersebut adalah VirtualHost.
Kebanyakan web hosting menggunakan cara ini untuk membagi web server ke pelanggan mereka. Jadi, jangan heran kenapa sewa web hosting bisa murah banget. Kalau kita menyewa web hosting sebenarnya kita berbagi server dengan pelanggan yang lain.
Baca Lanjutannya