Melacak kesalahan (error) pada program atau yang lebih dikenal dengan istilah debugging adalah salah satu rutinitas yang harus dilakukan oleh seorang programmer dalam membuat sebuah aplikasi. Tidak terkecuali apabila kita bekerja dengan JavaScript.
Tak bisa dipungkiri bahwa debugging pada JavaScript merupakan pekerjaan yang cukup sulit dan sangat menjengkelkan. Anda tahu kenapa? Apa lagi kalau bukan menyangkut browsernya. Bukan rahasia lagi kalau browser yang ada saat ini sering tidak “kompak” untuk urusan JavaScript.
Baca Lanjutannya
Pada umumnya web developer ketika mengembangkan aplikasi web yang dilengkapi dengan fitur AJAX di dalamnya, menggunakan framework JavaScript yang banyak terdapat di Internet. Misalnya saja Google Web Toolkit, Yahoo! User Interface Library, Prototype, Scriptaculous, JQuery, Mootools, dan sebagainya.
Salah satu keuntungan dengan adanya framework tersebut adalah proses pengembangan aplikasi web menjadi lebih mudah dan cepat. Hal tersebut dimungkinkan karena developer tidak perlu lagi membuat kode JavaScript dari awal tapi cukup memakai fungsi-fungsi yang sudah ada.
Namun demikian, cara ini mempunyai kelemahan juga. Diantaranya yaitu ukuran file framework JavaScript tersebut relatif besar. Hal ini membuat proses loading aplikasi web menjadi lambat karena harus mendownload file JavaScript yang cukup besar. Lain halnya jika kita bikin kode JavaScript sendiri.
Baca Lanjutannya
Ada beberapa cara yang bisa kita pakai untuk menghitung jumlah kata pada textarea. Bisa dengan kode JavaScript yang disisipkan di halaman web (client-side), bisa juga dengan skrip PHP (server-side).
Bedanya, jika menggunakan cara pertama, kita bisa segera tahu berapa jumlah kata yang kita ketikkan tanpa harus menunggu men-submit form tersebut. Caranya dengan memanggil fungsi JavaScript pada event onKeyUp atau onKeyDown pada field textarea.
Apabila menggunakan cara kedua (skrip PHP), kita harus men-submit terlebih dahulu form tersebut agar bisa tahu berapa jumlah kata yang kita ketikkan. Kenapa demikian? Karena kode PHP tersebut dieksekusi di server bukan di client seperti halnya JavaScript.
Baca Lanjutannya
JavaScript adalah bahasa pemrograman skrip yang sangat populer di bidang web design. Dengan bahasa inilah kita bisa membuat halaman web yang interaktif. Sebagai contoh, kita bisa menampilkan kalender atau animasi jam di website kita.
Berhubung JavaScript ini merupakan bahasa skrip, jadi tidak perlu dikompilasi seperti halnya bahasa pemrograman desktop. Cara penulisannya pun sangat sederhana. Kita hanya perlu menyisipkan kode JavaScript di dokumen HTML.
Baca Lanjutannya
Kita biasa menggunakan JavaScript untuk membuat tampilan website yang lebih interaktif. Iklan di website pun kadang juga disisipkan dengan kode JavaScript. Yang menjadi pertanyaan, apakah dokumen XHTML boleh disisipi kode JavaScript?
Tentu saja bisa, akan tetapi ada sedikit perbedaan. Kita tetap bisa menyisipkan kode JavaScript pada dokumen web yang dibuat dengan standar XHTML. Caranya pun tidak jauh berbeda dengan dokumen HTML biasa.
Ada dua cara yang bisa kita pakai, yaitu disisipkan langsung pada dokumen web tersebut atau ditulis dalam file terpisah dengan ekstensi .js dan dipanggil dengan elemen <script>.
Baca Lanjutannya