Ada sebuah fitur baru pada WordPress 2.9 yang mungkin belum banyak yang tahu, yaitu Post Thumbnail Image. Dengan fitur tersebut, kita bisa menampilkan image thumbnail pada homepage blog tanpa harus menginstall plugin tambahan seperti Post Attached Image.
Lalu bagaimana cara menggunakan fitur tersebut di blog kita? Pertama, kita harus mengaktifkannya terlebih dahulu, karena pada WordPress 2.9 default-nya fitur tersebut belum aktif.
Baca Lanjutannya
Siapa tidak kenal dengan WordPress? Bisa dikatakan bahwa WordPress merupakan platform blog yang paling populer saat ini. Sulit dihitung berapa jumlah situs web di Internet yang dikembangkan dengan WordPress.
Hampir semua blog yang ada di Internet, khususnya yang menggunakan domain dan hosting milik sendiri menggunakan platform WordPress ini. Kalau kita mengunjungi situs Wordpress.org, kita bisa melihat perkembangan jumlah pengunjung yang telah mendownload software tersebut.
Baca Lanjutannya
NextGEN Gallery menggunakan kode tertentu yang disebut dengan istilah shortcode atau keyword untuk menampilkan image pada halaman blog. Shortcode tersebut ditulis di dalam tanda kurung siku dan diikuti dengan beberapa parameter yang menunjukkan bagaimana image tersebut akan ditampilkan.
Ada beberapa shortcode yang disediakan oleh NextGEN Gallery yaitu singlepic, nggallery, imagebrowser, slideshow dan album.
Baca Lanjutannya
Pada bagian kedua kita telah membahas secara detail beberapa hal yang berkaitan dengan istilah-istilah yang dipakai oleh NextGEN Gallery. Nah, sekarang saatnya kita membicarakan bagaimana mengelola gallery di situs kita.
Setelah foto berhasil diupload ke dalam gallery, langkah selanjutnya kita bisa mengatur setting masing-masing foto tersebut melalui halaman Manage Gallery.
Baca Lanjutannya
WordPress bisa dikatakan merupakan software blogging paling populer saat ini. Akan tetapi dalam kenyataannya masih ada hal-hal kecil yang menyulitkan bagi pemula terutama saat mau menginstall plugin atau theme baru.
Seperti yang kita tahu, jika ingin menginstall plugin/theme kita harus melakukannya secara manual. Pertama mendownload source filenya (biasanya dalam bentuk ZIP). Langkah berikutnya mengekstrak dan mengupload source file tersebut memakai software FTP ke folder plugins di blog lalu mengaktifkannya. Tentu hal seperti itu kurang praktis dan mungkin sedikit membingungkan bagi pemula.
Baca Lanjutannya