Skip to content
Follow us on Twitter or subscribe to this
website by email or with the RSS feed

Adakah Editor Khusus XHTML?

Sebenarnya dengan editor teks yang sederhana seperti Notepad pun kita sudah bisa membuat dokumen XHTML. Bahkan bagi yang sudah mahir hal itu malah lebih cepat.

Namun kelemahannya adalah kita tidak bisa meng-handle kesalahan ketik atau format dengan segera. Akan lebih baik jika editor yang kita pakai tersebut memiliki fitur-fitur yang spesifik, misalnya visual editing, syntax-highlighting dan code-completion.

Ada beberapa software yang bisa kita pakai untuk mengedit dokumen XHTML. Software tersebut sebagian adalah komersial. Jadi jika Anda punya uang berlebih silakan beli software tersebut. Jika tidak Anda bisa memakai software yang free.

Memeriksa Validitas Dokumen Web

Sebuah dokumen web dengan standar XHTML dikatakan valid apabila memenuhi aturan-aturan tertentu. Lalu bagaimana cara mengetahui bahwa dokumen web yang kita buat sudah valid?

Ada beberapa situs yang menawarkan layanan gratis untuk memeriksa validitas dokumen XHTML. Kita bisa memanfaatkan layanan tersebut untuk mengecek apakah dokumen web yang kita buat sudah valid atau belum.

Standar XHTML 1.0 Strict

Berbeda dengan standar XHTML 1.0 Transitional, pada standar XHTML 1.0 Strict struktur presentasi/tampilan harus diletakkan secara terpisah pada file stylesheet. Hal inilah yang membuat XHTML 1.0 Strict lebih fleksibel dan bisa ditampilkan di berbagai device.

Dilihat dari strukturnya, dokumen web yang dibuat dengan standar XHTML 1.0 Strict susunannya lebih pendek dibandingkan standar XHTML 1.0 Transitional. Selain itu pada standar ini kita tidak boleh lagi meletakkan elemen untuk mengatur tampilan seperti pada standar XHTML 1.0 Transitional.

Hanya saja kelemahannya adalah beberapa browser versi lama tidak bisa menampilkan secara maksimal dokumen web yang ditulis dengan standar XHTML 1.0 Strict.

Standar XHTML 1.0 Transitional

W3 Consortium menyadari bahwa tidak mungkin memberlakukan semua aturan dalam standar XHTML tersebut secara langsung. Harus ada fase transisi sebelum semua web browser mendukung sepenuhnya aturan standar XHTML.

Oleh karena itu agar dokumen web yang dibuat dengan standar XHTML bisa ditampilkan di browser lama dibuatlah standar XHTML 1.0 Transitional. Tidak heran jika standar ini masih men-support penulisan beberapa elemen yang sebenarnya tidak diperbolehkan dalam standar XHTML.

Contohnya adalah penulisan atribut HTML align dan width. Dalam aturan XHTML seharusnya tidak boleh menulis komponen HTML yang mengatur tampilan dalam dokumen tersebut. Semua atribut tampilan web seharusnya ditulis secara terpisah dalam file stylesheet.

Aturan Dasar Standar XHTML

Pada tulisan terdahulu kita telah membicarakan apa dan bagaimana standar XHTML itu. Nah, pada tulisan kali ini kita akan membahas lebih jauh tentang beberapa aturan yang harus dipenuhi agar suatu dokumen web bisa dikatakan valid.

Barangkali ada yang bertanya, mengapa harus dibikin aturan? Tentu harus ada aturan, namanya saja standar. Kalau nggak diatur nanti nggak standar lagi dong namanya. Iya nggak? Ingat, di dunia ini tidak hanya ada satu web browser saja.

Jadi biar web designer tidak pusing memikirkan bagaimana caranya agar tampilan situs yang dibuatnya memiliki tampilan bagus di berbagai web browser maka harus ada standar yang mengaturnya.